Komisi III: Pak Tito Police of Fortune, Polisi yang Beruntung

Politik287 Dilihat

Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI M Nasir Djamil menyebut calon tunggal Kapolri yang diajukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) Komjen Tito Karnavian merupakan polisi yang beruntung.

“Pak Tito ini police of fortune, polisi yang beruntung,” kata Nasir, Minggu (19/6/2016).

Tito KarnivianNampak hadir narasumber lainnya, Adhie Massardi (mantan Jubir Gus Dur/GIB), Margarito Kamis (Akademisi), Taufiqul Hadi (FP Nasdem).

Lebih lanjut, Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengatakan Presiden Jokowi mempunyai keinginan untuk memotong generasi di institusi Bhayangkara itu, dengan berbagai alasan baik politis maupun mempercepat agenda reformasi.

“Tapi saya yakin soal pemotongan generasi itu ada semacam diskusi sebelumnya. Tapi benang merahnya adalah pemotongan itu untuk menerapkan agenda reformasi ditubuh lembaga penegak hukum,” ucapnya.

Diputuskannya Tito sebagai satu-satunya kandidat Tribrata 1 itu, kata Nasir, diakui semua pihak ikut senang dan happy bahkan banyak ikut puja-puji bahkan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu pun ikutan nimbrung. Alhasil, lanjut dia, Jokowi langsung memotong tradisi selama ini di Kepolisian, dengan lima angkatan yang harus dilewati.

“Puja-puji itu karena Tito memiliki jejak rekam pendidikannya yang baik di Kepolisian dan memenuhi syarat,” tuturnya.

Tapi, Nasir, menyebutkan ada persoalan psikologis nantinya dalam melakukan komunikasi dengan para seniornya. Oleh karenanya, sambung dia, komunikasi yang baik ini dinilai sangat dibutuhkan.

“Jika tidak bisa, maka seniornya akan memilih melawan dengan diam. Dengan tidak ada gerakan yang nampak seperti unjuk rasa tutup mulut diam saja,” tandasnya.