Syarat Cagub DKI Jakarta: Cerdas, Tegas, Punya Attitude dan Bisa Merawat Kemajemukan

Politik404 Dilihat

reza falevi

Beritaasatu.com – Hingar bingar Pilgub DKI Jakarta akan dihelat pada Februari 2017. Namun tensi politik di Ibukota sudah mulai memanas. Sejumlah nama-nama sudah bermunculan mulai dari pengusaha, selebritis, politikus ramai diperbincangkan banyak orang sebagai bakal calon gubernur pengganti Basuki Tjahya Purnama (Ahok).

Analisis Politik The Jakarta Institute Reza Fahlevi mengatakan nama nama yang muncul dipermukaan merupakan orang orang yang memiliki. Kemampuan untuk membangun Ibukota. Setidaknya menandingi petahanan Ahok dalam menata dan membangun DKI Jakarta.

“Semua calon yang muncul di permukaan, saya fikir memiliki pengalaman dan keahlian di bidangnya masing-masing,” ucap Reza kepada beritaasatu, di Jakarta (25/3/2016).

Lanjut Reza, seperti nama Yusril Ihza Mahendra, Adhyaksa Dault yang merupakan mantan menteri era SBY, pengusaha terkemuka Sandiaga Salahuddin Uno, Wakil Ketua DPRD DKI yang juga politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Abraham Lunggana alias Haji Lulung dan yang terahir Djarot Saiful Hidayat yang kini menjabat sebagai wakil gubernur DKI juga muncul ke permukaan.

Menurut Reza yang juga seorang Mahasiswa Pascasarjana Universitas Nasional, Action Opportunity siapa yang benar-benar maju tentu harus melihat dua aspek. Aspek pertama hasil perolehan suara partai politik di DKI Jakarta saat pileg 2014 dan yang kedua tentu Figur Candidate yang mendapat dukungan dari rakyat.

“PDI P, Gerindra dan PKS yang menguasai suara saat Pileg 2014 akan mencalonkan kader terbaiknya, sedangkan Golkar dan Demokrat yang tidak sukses di Ibu kota ada kemungkinan akan berkolaborasi,” tuturnya..

Reza berharap Cagub yang akan terpilih bisa menjaga kebhinekaan, sebab DKI Jakarta merupakan kota heterogen dan kompleks permasalahan, sehingga diperlukan pemimpin yang bisa menjaga dan merawat keberagaman. Jakarta selain sebagai Ibukota Negara, Jakarta juga merupakan Barometer Politik  karena posisi Jakarta begitu sentral dan strategis.

“Berkaca dari kenyataan itulah maka diperlukan calon gubernur alternatif. Figur tersebut minimal harus memenuhi beberapa syarat yaitu cerdas, tegas, punya attitude dan bisa merawat kemajemukan,” pungkasnya.

 

Komentar