Si ‘Wanita Emas’ Beri Waktu Djarot Minta Maaf 7 Hari 7 Malam

Politik245 Dilihat

Beritaasatu – Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta Hasnaeni merasa aneh dan ada ketidakadilan atas kritikan Wagub DKI Djarot Saiful Hidayat yang melarang dirinya saat berolahraga bersama masyarakat DKI di area Car Free Day (CFD) sehingga dituding melakukan kampanye terselubung.

“Saya datang cuma sebagai masyarakat biasa. Datang untuk berolahraga. Saya hanya menyempatkan dan senang ke Car Free Day. Saya merasa aneh saja. Bahwa saya di kritik menurut saya tidak adil. Banyak orang yang pernah melakukan itu,” tegas Hasnaeni saat jumpa pers di kediamannya Kemang Timur Jakarta, Senin (21/3/2016).

Wanita Emas HasnaeniLebih lanjut, perempuan yang akrab dijuluki ‘Wanita Emas’ itu membandingkan Teman Ahok yang kerap mencari dukungan di area CFD justru tidak mendapatkan kritik pedas.

“Saya merasakan ketidakadilan. Saya berlapang dada saja. Masa berfoto dengan ondel-ondel apa tidak boleh. Kebetulan saat itu, ada teman media untuk meminta tanggapan soal fenomena Ondel-ondel,” ujar dia.

Atas kritikan itu, Hasnaeni mengaku sangat sedih lantaran diperlakukan tidak adil. Padahal, kata dia, ia sebagai kaum perempuan berkeinginan memperjuangkan masyarakat kecil yang sedang ditindas. Hasnaeni pun mendesak agar Djarot meminta maaf kepada media atas kritik tudingan tersebut dan diberikan waktu tujuh hari tujuh malam.

“Kita lihat saja dan mendesak Pak Djarot meminta maaf di media. Kita kasih waktu tujuh hari tujuh malam. Saya cuma ingin memperjuangkan aspirasi masyarakat kecil yang tidak tidur nyenyak. Cukup terkejut membaca hal itu, di kritik secara tidak adil,” terangnya.

Lebih jauh, Hasnaeni masih bingung dengan pelanggaran apa yang telah dilakukannya. Ia juga mengingatkan agar Djarot yang merupakan pejabat negara tidak asal mengkritik pedas.

“Saya mau tanya UU mana yang saya langgar,” pungkasnya.