Dulu Kata JK Indonesia Bisa Hancur Jika Jokowi Jadi Presiden, Kini Sebaliknya JK Bikin Indonesia Hancur

Politik253 Dilihat
Syafril Sofyan
Syafril Sofyan

Beritaasatu – Kepercayaan publik terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali pulih setelah Rizal Ramli (RR) masuk kabinet. Karena itu, sikap Wapres Jusuf Kalla yang menyerang RR sungguh mengherankan.

“JK mau Jokowi gagal. Dia tidak mau ada perbaikan kinerja pemerintahan. JK dengan nyata “menghajar” RR yang selama berada di kabinet membuat kebijakan-kebijakan untuk mewujudkan Nawacita dan Trisakti yang dijanjikan Jokowi pada saat kampanye pilpres lalu,” demikian disampaikan Koordinator Gerakan Mahasiswa 77-78, Syafril Sofyan, Selasa (8/3/2016).

Syafril mengingatkan jelang Pilpres 2014 lalu, JK pernah mengatakan Indonesia hancur bila Jokowi menjadi presiden. ‎Tapi saat ini terbukti bahwa JK yang membuat Indonesia hancur. Berbagai manuver dan langkah politik JK terlihat mengangkangi Nawacita dan Trisakti.

Menurut Syafril, selama ini berbagai tindakan JK menunjukkan ‎dia sangat tidak ingin Jokowi sukses mengatasi persoalan-persoalan yang ada. Dengan reaktif, misalnya, JK mempersoalkan perubahan nama Kementerian Koordinator Maritim dan Sumber Daya padahal sesuai peraturan kementerian yang dipimpin Rizal Ramli itu memang membawahi kementerian ESDM. Malah, JK diam membisu terhadap aspirasi masyarakat Maluku yang ingin blok Masela di kelola di darat. Bahkan JK bergeming ada aliran dana 1 juta dolar USD ke pejabat yang mendukung skema offfshore Blok Masela.

“Beredar kabar ada cawe-cawe oknum pejabat terkait Blok Masela, kenapa JK diam saja? Apakah jadi bagian dari mereka? Jadi sebenarnya, Indonesia hancur oleh Jokowi atau oleh JK?‎” sindir Syafril.

‎Syafril menduga JK punya motif terselubung. Dia ingin mengangkangi Presiden Jokowi, menghendaki kepercayaan publik terhadap Jokowi hancur, dan pada akhirnya menggeser Jokowi dari RI1. Kalau sudah demikian, JK bisa mengendalikan sendiri kehancuran Indonesia.

“Bagi JK, situasi saat ini dimana kepercayaan publik terhadap Jokowi kembali menguat tidaklah bagus. Makanya, untuk mengembalikan jalan cerita pada skenario yang sudah dibayangkan JK, yakni Indonesia hancur dipimpin Jokowi, RR mesti dihajar dulu. Sebaiknya jika JK ingin diingat sebagai negarawan, dia harus cepat mundur dari Wapres,” pungkas Koordinator Forkapti, yang juga sebagai pencetus dukungan terhadap Jokowi ketika pilpres.