Beritaasatu – Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) memastikan tidak ada status siaga I yang diberlakukan dalam skala nasional paska terjadinya ledakan dikawasan Sarinah, Thamrin Menteng Jakarta Pusat, Kamis (14/1/2016).

“Enggak (Siaga I). Presiden tidak perlu diungsikan,” ungkap Luhut.
Lebih lanjut, Luhut menyebutkan kronologis serangan yang bermula dari Starbucks Coffee Sarinah.
“Serangan bermula dari Starbucks, kemudian meledakan diri di Starbucks. Kemudian tiga orang teroris menyerang pos polisi dan ditembak mati AKBP Dadi,” jelas Luhut.
Menurut dia, pelaku ada sekitar lima orang. Dia menjelaskan, selain itu juga ada seorang teroris yang juga ditembak mati di depan Starbucks.
“Ada teroris lima yang mati,” tukasnya.