
“Politik sangat gaduh dan kisruh, parlemen juga kurang efektif. Nuansa orde baru keliatan sekali,” kata Zuhro, di Jakarta, Rabu (27/5/2015).
Lebih lanjut, Zuhro menuding friksi di dalam partai sangat bertele-tele dan sangat lama. Konsolidasi politik pun di awal pemerintahan Jokowi-JK dinilai gagal. Keseriusan pemerintah tak ada dalam membangun demokrasi yang lebih berkualitas.
“Nuansa intervensi sangat kental terhadap partai-partai,” jelasnya.
Menurutnya, kisruh di tubuh partai politik terkait dengan momentum Pilkada serentak akhir Desember tahun ini. Seluruh stakeholder betul-betul memikirkan segala aspeknya.
“Jangan sampai dilakukan ketika pesertanya masih gaduh. Itu hanya akan memperpanjang konflik. Jangan sampai ada konflik serentak jika belum siap,” tukasnya.