Pengamat: Terlalu Premature Buruh Dirikan Partai

Politik213 Dilihat

karyono wibowo dhn 45Beritaasatu – Tidaklah dipungkiri, buruh akan selalu dijadikan sekedar voters atau sebatas obyek saat Pemilu akan berlangsung.

“Ketika musim kampanye, partai merasa dekat dengan buruh. Juga termasuk Presiden Jokowi, kemarin menjanjikan tentang kesejahteraan terhadap kaum buruh,” kata Peneliti IPI Karyono Wibowo saat diskusi bertema: Partai Politik untuk Buruh, Kebutuhan atau Kekecewaan yang diinisiasi Forum Wartawan Joeang (FWJ) di Gedung Joeang 45 Menteng, Rabu (29/4/2015).

Menurut dia, kebijakan dari pemerintah saat ini masih lah belum cukup, termasuk membangun rumah susun itu belum cukup. Bahkan, kata Karyono, banyak juga kebijakan-kebijakan belum berpihak kepada buruh. Maka itu, tambah Karyono, perlulah kajian mendalam bila buruh mendirikan partai buruh.

“Buruh terpecah-pecah dan banyak perbedaan pandangan buruh yang satu dengan buruh yang lain. Apakah sudah saatnya buruh mendirikan partai sendiri,” terang dia.

Sebab, kata Karyono, dengan sistem politik saat ini, perlu buruh cost politik sangat besar sekali. Dengan sistem yang masih bergulir saat ini, akankah buruh bisa mendirikan partai sendiri. Ia pun menyatakan kecuali teman-teman buruh sudah tuntas melakukan konsolidasi nasional dan buruh mampu mengumpulkan dana politik.

“Itu sangat tipis sekali. Dengan cara-cara iuran mungkin bisa terwujud jika tertib dengan berjuang bersama-sama berkorban untuk mandiri. Itu bisa terjadi jika hal itu terpenuhi,” bebernya.

Namun, lanjut Karyono, jika May Day nanti terjadi dilakukan deklarasi pembentukan parpol buruh maka ia menilai hal itu masihlah premature.

“Tapi jika konsolidasi total diseluruh Indonesia untuk membuat partai jika bersatu,” tukasnya

Komentar