PDIP Butuh Gembok Komunikasi antar Parpol Pendukung dengan Presiden dan Pemerintah

Politik217 Dilihat

megawati soekarnoBeritaasatu – Populi Center menilai PDI Perjuangan perlu ada gembok untuk penyambung kepentingan yang berbeda yakni komunikasi antar parpol pendukung dengan Presiden dan pemerintah.

“Mestinya politisi PDI-P merumuskan pola komunikasi parpol pendukung dengan presiden dan pemerintah. ‘Gembok’ itu perlu ada karena ada kepentingan berbeda. Kepentingan parpol tidak merepresentasikan kepentingan publik,” ujar Direktur Populi Center Nico Harjanto saat diskusi bertema ‘PDIP Melihat Indonesia’ di Resto Gado-Gado Boplo Menteng Jakpus, Sabtu (11/4/2015).

Lebih lanjut, Nico menyindir pidato Ketua Umum PDI Perjuangan terpilih Megawati Soekarnoputri saat membuka Kongres IV PDI-P di Bali. Menurut Nico, harusnya pidato itu menjadi bahan koreksi bagi partai pendukung pemerintah.

“Dari pidato Megawati, ada kritik keras kepada parpol pendukung, terutama PDI-P, karena pidato itu kayak bicara di depan kaca,” katanya.

Sebelumnya, dalam pidato tersebut Megawati mengingatkan bahwa kehidupan bernegara harus sesuai dengan konstitusi dan patuh pada prinsip presidensial. Artinya, apa pun yang menjadi kebijakan presiden harus didukung
dengan baik.

“Mestinya semua partai pendukung ada di belakang presiden, bukannya ambil alih peran presiden. Ini yang harus dipahami politisi PDI-P,” beber Nico.

Lebih jauh, Nico mengemukakan PDI-P saat ini berada dalam transisi perubahan dari partai di luar pemerintah menjadi partai pendukung pemerintah sehingga masih mengalami kegamangan dalam bersikap.

“Meskipun sebagai partai pendukung, PDI-P tetap harus melewati mekanisme khusus untuk memberi masukan ke pemerintah,” pungkasnya.

Komentar