Oleh : Tutra
(Pemuda Bandung)
“Robek-robeklah badanku, potong-potonglah jasad ini, tetapi jiwaku dilindungi benteng merah putih, akan tetap hidup, tetap menuntut bela, siapapun lawan yang aku hadapi”.
(Jenderal Soedirman – Jogjakarta, 17 Agustus 1948). Ibarat ungkapan begitulah sosok Ryamizard Ryacudu yang sekarang menjabat sebagai Menteri Pertahan RI kabinet kerja Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Sosoknya yang layak diberikan apresiasi seperti kata Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab “dirinya benar-benar merupakan seorang negarawan, dan sepertinya beliau ini bukanlah salah satu dari negarawan yang selama ini tidak terima dengan kerja sama yang dibentuk antara FPI dan TNI” kata Rizieq [Today.com]
Ditengah situasi kehidupan berbangsa dan bernegara yang tidak tentu arah seperti sekarang ini menjadi hal yang membingungkan bagi segenap rakyat Indonesia. Akan di bawa kemana nasib bangsa dan negara ini ? apakah menuju pintu gerbang kemerdekaan atau semakin menjauh dari pintu gerbang kemerdekaan ?
hehe
Ya .. begini lah seolah-olah karakter dalam pemerintahan negara Indonesia hari ini. Seperti sebuah ironi, “Orang baik disingkirkan, orang jahat dibiarkan bebas mengeksploitasi sumber kekayaan negara yang mestinya dapat digunakan dan dimanfaatkan untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat”.
Adalah sebuah blunder fatal apabila Presiden Jokowi saat ini kemudian mengambil langkah untuk mencopot Ryamizard Ryacudu sebagai menteri pertahanan. Kiranya dalam hal ini Presiden harus cermat dalam membuat keputusan agar nasib NKRI tidak semakin di ujung tanduk.