“Memperkuat Nasionalisme, sebagai Benteng anti Terorisme”

Opini281 Dilihat

Beritaasatu – Teror penembakan dan bom di kawasan ramai Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta merupakan tindakan yang sangat mengerikan dan tidak di benarkan atas nama apa pun.

Teroris SarinahPara pelaku teror tahu selain menebarkan ketakutan mengancam kebangsaan kita. Sebagai generasi muda mengecam perbuatan teroris Perlu kita bergandengan tangan dengan semua komponen bangsa utk memperkecil dan meniadakan ruang gerak teroris.

Perkuat nasionalisme utk lebih mencintai NKRI, apa yg dilakukan oleh teroris bukan atas nama agama tertentu, tdk ada agama yg mengajarkan bhw sah membunuh atas nama Tuhan YME, justru agama melindungan nyawa seseorang (hifdzun nafs)

Selain mempersempit ruang terorisme dan memperkuat nasionalisme, juga di elaborasikan dengan memperkuat wawasan nusantara, dan pendidikan sebagai instrumen. Pemuda sebagai aset masa depan bangsa, masalah kebangsaan yg justru perlu kita bangun utk masa depan NKRI.

Dengan sudut pandang ke Indonesian tentang kebhinnekaan dan cara pandang wawasan nusantara sejak dini, Maka akan muncul kesadaran diri untuk memperkuat rasa kecintaan terhadap tanah air (hubbul wathon minal iman)

Sikap toleransi, kebersamaan dan gotong royong harus menjadi ciri manusia Indonesia, dan selalu bergandengan tangan semua komponen bangsa untk menjaga keutuhan NKRI.

NKRI harga mati dan sudah final, jangan sampai ada gerakan separatis mengancam dan merongrong kebangsaan kita, ke-indonesia kita sudah menjadi komitmen bersama, sebagai generasi pemuda siap menjadi garda terdepan sebagai pembela bangsa dan penegak agama.

Sabda M. Holil
Koordinator pusat (korpus) Forum lembaga legislatif mahasiswa indonesia (FL2MI) Periode 2014-2015.
Mahasiswa jurusan Sosiologi Agama UIN SUKA

Komentar