Peluang Islah Tipis antara Kemenpora dan PSSI

Olahraga272 Dilihat

Beritaasatu – Manajemen klub Persatu Tuban menilai peluang islah antara Kemenpora dengan PSSI tipis setelah kedua belah pihak sama-sama akan menggelar kompetisi yang melibatkan klub yang sama dalam hal ini Divisi Utama dan Indonesia Super League (ISL).

“Kalau melihat kondisi saat ini, kami menilai peluang islah tipis . Semuanya melangkah,” kata Manajer Persatu Tuban, Fahmi Fikroni usai mengikuti rapat kerja Tim Transisi dengan klub di Wisma Kemenpora, Jakarta, Jumat (11/03/2016).

Menpora vs PSSIKemenpora melalui Tim Transisi saat ini sudah menawarkan kepada klub lintas kasta untuk bergabung dengan kompetisi yang bakal digulirkan Agustus nanti. Hanya saja, nama kompetisi belum ditetapkan. Ada wacana, hajatan kedua Tim Transisi setelah Piala Kemerdekaan ini dinamakan Liga Indonesia Transisi.

Kompetisi ini belum memberlakukan batasan atau semua klub yang ada di Indonesia bisa berperan dengan catatan lolos verifikasi persyaratan yang telah ditetapkan. Persyaratan yang harus dipenuhi adalah lima aspek klub AFC dan FIFA serta persyaratan dari Tim Transisi sendiri diantaranya adalah semua pemain harus diasuransikan.

Pada rapat kerja Tim Transisi, ada perwakilan dari sekitar 40 klub dan satu diantaranya dari perwakilan klub Indonesia Super League (ISL). Hanya saja, klub yang hadir belum menyatakan kesanggupan untuk bergabung dengan kompetisi yang didukung oleh pemerintah itu.

“Kita melihat dulu saja. Yang jelas klub inginnya bertanding. Sudah lama kita vakum,” kata pria yang juga seorang politisi itu.

Satu lagi kompetisi yang bakal digulirkan adalah Indonesia Soccer Championship (ISC) yang dipromotori PT Gelora Trisula Semesta yang merupakan reinkarnasi dari PT Liga Indonesia. Sesuai dengan rencana kompetisi ini ada dibagi dua kategori yaitu ISC A untuk klub ISL dan ISC B untuk Divisi Utama.

Tidak hanya itu, dengan adanya penolakan kasasi yang dilayangkan Kemenpora, PSSI juga mengisyaratkan akan kembali menggulirkan kompetisi ISL yang selama ini menjadi kompetisi tertinggi di Tanah Air.

Kompetisi ISC ini sesuai dengan rencana akan digulirkan pada April, sedangkan kompetisi bentuk Tim Transisi akan digulirkan Agustus. Hanya saja, kompetisi bentukan pemerintah ini belum mendapatkan operator karena masih baru akan melakukan tender secara terbuka.

Munculnya dua kompetisi ini juga membuat perwakilan klub yang hadir di rapat koordinasi Tim Transisi kebingungan yang salah satunya adalah perwakilan dari klub PSS Sleman. Klub asal Yogjakarta ini saat ini berada dipersimpangan karena juga harus telah mempersiapkan diri menghadapi ISC.

“Terus terang klub binggung. Dari sana nawari, dari sini (Tim Transisi) juga nawari. Kami klub dari desa. Bagi kami yang terpenting kita bisa ikut kompetisi. Yang jelas besok pagi kami harus memutuskan apakah ikut ISC atau tidak,” kata Manajer Operasional PSS Sleman, Rumadi.

Hal sama dikatakan perwakilan klub Persewangi. Selain bingung memilih turun dikompetisi mana, klub asal Banyuwangi Jawa Timur ini juga dihadapkan dengan dualisme manajemen klub. Klub lain yang hadir di rapat koordinasi itu diantaranya PSMS Medan, Persik Kediri, Persibo Bojonegoro, Persinga Ngawi, Persiba Bantul dan PSBI Blitar.

Komentar