Jakarta, beritaasatu.com – Mahasiswa yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Indonesia (MPI) menggelar aksi demo di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jl. HR. Rasuna Said Kuningan Jaksel, Jumat (6/2/2015).
Mereka mendesak KPK untuk segera menahan calon Dirjen Pajak (DJP) Sigit Priadi Pramudito karena terindikasi memiliki rekening gendut, setara dengan calon Kapolri Komjen Pol Budi Gunawan (BG).
“Presiden Jokowi jangan sampai terulang kembali seperti halnya kasus BG ini. Jokowi jangan hiraukan masukan dari berbagai elemen masyarakat lagi soal pencalonan pejabat negara,” kata Koordinator aksi Bakas Manyata.
Lebih lanjut, Bakas memandang Jokowi semakin dipersepsikan oleh rakyatnya sebagai Presiden suruhan Partai dan tidak pro pemberantasan korupsi. Kata, Bakas, Ini sebenarnya adalah modal penting bagi pemerintah untuk mewujudkan pemerintahan yang diiisi oleh orang orang yang bersih. Supaya kasus pemilihan Kapolri ini tidak terulang.
Dikatakan dia, sekarang sudah mulai santer terdengar bahwa Jokowi akan memilih Dirjen Pajak pemilik rekening gendut dan punya keterkaitan dengan kasus rekayasa NJOP saat jadi kakanwil Pajak di Banten tahun 2011, harta kekayaan Sigit pun setara dengan BG yang diberi cap tersangka oleh KPK data Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) menyebut, total harta Sigit Rp. 21 Milliar. Disebutkannya, Rp. 21,892,611,877 total kekayaan Sigit bertambah menjadi Rp. 8 Miliar pada kurun waktu dua tahun yang semula 2009 hartanya Rp. 13 Miliar. Disamping itu, tambah Bakas, pundi dollar dan aset yang ada di beberapa titik di Jakarta dan Jawa Barat perlu di pertanyakan, apalagi Sigit Priadi basic karirnya di PBB Pajak Bumi dan Bangunan.
“Saya pikir ini masukan berharga dan Presiden harus menelaahnya. Kalau Presiden Jokowi mengabaikan masukan-masukan ini, maka bisa saja reaksi antipati dari masyarakat akan semakin meluas seperti pada kasus Pemilihan Kapolri, selagi Kepres belum di tanda tangani Presiden Jokowi,” pungkasnya.







Komentar