Kasus Bom Molotov John Sondang, Bukti Terorisme Bukan Islam

oleh

Penerapan UU Nomor 5 Tahun 2018 Tentang Tindak Pidana Terorisme terhadap John Sondang karena telah melakukan penyerangan terhadap objek Pos Polisi Lalu Lintas Jatiwarna Polrestro Bekasi yang merupakan objek strategis khususnya di bidang keamanan serta merupakan fasilitas publik untuk melayani kepentingan masyarakat. Perbuatan penyerangan pos lantas dengan bom molotov telah memenuhi unsur Pasal 1 Angka 7 dan angka 8 UU Nomor 5 Tahun 2018 Tentang Tindak Pidana Terorisme.

Melihat kasus ini, Ketua Jaringan Majelis Ta’lim Jakarta ustaz Faiz menanggapi dan mempertegas bahwa tindakan terorisme tidak ada hubungannya dengan agama Islam.
“Terorisme itu bukan agama, dan tidak ada agama yang mengajarkan terorisme. Terorisme itu murni kejahatan,” jelas Faiz saat diwawancarai via telepon, Sabtu (7/1/2023).

Selain itu, Faiz menambahkan, jika selama ini masih ada yang beranggapan bahwa terorisme itu berhubungan dengan agama Islam, maka kasus ini menjadi bukti nyata bahwa terorisme bukan ajaran agama, khususnya Islam. Diketahui, tersangka dalam kasus ini adalah non-muslim.

“Sebenarnya kalau kita mau membaca, banyak tindakan terorisme yang dilakukan oleh non-muslim. Contoh saja, 2015 lalu ada pemuda bernama Leopard melakukan aksi terorisme berupa bom di Mall Alam Sutera, dia non-muslim. Itu artinya, jelas bahwa terorisme bukan ajaran Islam. Dan dalam hal ini kami sangat berharap Pemerintah menindak tegas para pelaku teror dimanapun dan atasnama apapun tanpa pandang bulu,” pungkas Faiz.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.