Waspada! Pengasong Khilafah Kuasai Masjid Kampus

oleh -10.812 views
Ahmad Zainul Hamdi.

JAKARTA – Wakil Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama, Ahmad Zainul Hamdi mengatakan, bahwa penjaringan mereka sudah masuk ke wilayah-wilayah tempat ibadah yang banyak didatangi oleh generasi muda, di mana masjid-masjid kampus menjadi sasaran empuk untuk melakukan propaganda.

“Masjid kemudian berubah wilayah gerakan mahasiswa. Celakanya adalah masjid ini sudah dikuasai oleh kelompok-kelompok islamis yang mengusung ide-ide Ikhwanul Muslim (IM). Di mana tahun 80-an mekar yang berbasis masjid. Seperti Masjid Arif Rahman Hakim yang di UI dan Salman ITB. Dan ini bibit awal,” kata Zainul Hamdi dalam webinar dengan tema “Menjaga Pancasila dari Bahaya Propaganda Komunisme dan Khilafah” yang digelar oleh Komunikasi Mahasiswa Tafsir Hadis Se-Indonesia, Sabtu (22/8/2020).

Tidak hanya di UI dan ITB, Zainul Hamdi juga menyebut, ada sebuah masjid di wilayah kampus besar di Yogyakarta juga dijadikan sarang untuk melakukan agitasi dan propaganda untuk menjaring banyak pengikut kelompok tersebut.

“Dalam riset saya, ada sebuah kampus top di Yogyakarta. Di mana markas mereka ada di masjid dan sudah lama menjadi wilayah. Namun tidak disentuh oleh pihak rektorat. Sehingga masjid menjadi wilayah suaka,” ujarnya.

Dan kelompok yang menguasai masjid tersebut kata Zainul adalah mereka yang memiliki tujuan mendirikan negara Khilafah.

“Di masjid ini kalau tidak IM, Tarbiyah atau HTI. Mereka menjadikan basis untuk menggalang massa. Dan bahkan kos-kosan di sekitarnya ter-blok menjadi semacam pesantren tempat bidikan kaum Salafi,” terangnya.

Lalu mengapa kelompok pelajar dan intelektual muda yang seharusnya mampu berpikir jernih dan membedakan mana yang salah dan mana yang benar justru terpapar pemahaman kelompok-kelompok tersebut, pengurus Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (LAKPESDAM) PW NU Jawa Timur itu mengatakan, bahwa mereka cenderung tidak memiliki pemikiran pembanding.

“Dari paparan intens kelompok-kelompok di atas secara intens, berdekatan dengan lingkungan itu, tidak memiliki alternatif wacana dan lebih-lebih jika seluruh aspek kehidupannya bisa didapatkan ketika bergabung dengan kelompok itu maka dia akan teradikalisasi,” terangnya.

Namun begitu, ia pun menilai bahwa hal itu bisa diatasi dengan countering narasi yang bisa dilakukan oleh kelompok Nahdlatul Ulama dan ormas yang cinta pada NKRI. Sehingga intensitas para pemuda dan pelajar serta Mahasiswa di lingkungan mereka bisa ditarik kembali untuk mencintai NKRI.

“Cara paling efektif untuk menangkal gerakan mereka adalah kehadiran intens kita di kampus-kampus agar anak-anak mahasiswa baru, ketika mereka membutuhkan sesuatu maka kita yang bisa hadir,” tuturnya. []

Comment