SPANDUK KAMI ORGANISASI ORANG HAUS KEKUASAN BERMUNCULAN

oleh -5.724 views

JAKARTA – Setelah munculnya embrio politik yang dimotori oleh beberapa tokoh ternyata mendapatkan penolakan dari banyak masyarakat. Salah satunya adalah komunitas masyarakat atasnama Jaringan Aktivis Muda Indonesia.

Hal ini terlihat dengan banyaknya banner penolakan terhadap gerakan yang dipimpin oleh Said Didu dan kawan-kawannya itu.

Mereka menyebut bahwa elemen tersebut adalah organisasi tipu-tipu.

“Waspadalah, jangan tertipu organisasi KAMI, kendaraan mantan pejabat gagal,” tulis banner mereka yang ada di bilangan Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (17/8/2020).

Selain di kawasan Jakarta Pusat, banner sejenis juga terpampang di beberapa lokasi, termasuk di Cawang, Cililitan, Pancoran hingga Lenteng Agung.

Salah satu banner yang ditemukan di bilangan Cawang, Jakarta Timur, mereka menyebut bahwa orang-orang yang ada di KAMI adalah mereka yang haus terhadap kekuasaan semata.

“KAMI, kumpulan orang-orang yang masih haus kekuasaan. Beri kesempatan pada kaum muda,” tulisnya.

Sementara itu, salah satu pendiri gerakan 212, Kapitra Ampera menilai bahwa gerakan KAMI yang diisi oleh Din Syamsuddin, Rocky Gerung dan kawan-kawannya itu adalah gerakan yang sarat akan kepentingan politik praktis.

Bagi Kapitra, jika memang orang-orang seperti Said Didu, Din Syamsuddin, dan sebagainya memang cinta tanah air, seharusnya mereka fokus membantu pemerintah untuk mengatasi pandemi COVID-19.

“Kita tidak melihat substansi masalahnya, kalau kita cinta pada negeri ini ayo kita fokus bagaimana membantu sesama manusia mengatasi covid ini, ini musuh bersama,” kata Kapitra, Jumat (14/8).

Praktisi hukum ini juga menilai seharusnya tokoh-tokoh nasional yang ada di barisan KAMI tidak malah menghasut rakyat dan melakukan propaganda agar rakyat kehilangan kepercayaan kepada negara.

“Jangan bikin propaganda untuk menghasut rakyat agar mendiskreditkan serta menebar kebencian kepada pemerintah, ini tidak ada yang diuntungkan,” ujarnya.

Comment