PB PMII Bakal Seret Deklarator KAMI ke Jalur Hukum

oleh -2.120 views

JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Agus Mulyono Herlambang menyayangkan statemen deklarator sekaligus Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo. Di mana ia menyebut bahwa aksi ujuk rasa penolakan KAMI di Bandung adalah kader mereka.

“Pemimpin KAMI telah menuduh PMII melakukan demo atas peristiwa Deklarasi yang dilakukan KAMI di Depan Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (07/09),” kata Agus dalam siaran persnya, Kamis (1/10/2020).

Ditambah lagi, Agus juga tak terima ketika Gatot menuduh kader PMII butuh duit dalam melakukan aksi penyampaian pendapatnya.

“Tidak hanya itu, Presidium KAMI Gatot Nurmantyo menuduh PMII mendemo acara KAMI karena sedang mencari uang untuk melanjutkan hidup keluarga,” ujarnya.

Perlu diketahui, bahwa berdasarkan rilis dari pemberitaan yang dimuat oleh RMOL Jabar pada hari Selasa 29 September 2020 dengan judul “Sebut Demo Penolakan KAMI Dibayar, Gatot Nurmantyo Beri Contoh Aksi PMII”, memuat statemen Gatot yang menyebut kader PMII hanya mencari rezeki untuk mendemo kegiatan deklarasi KAMI di Gedung Sate Bandung, Jawa Barat lalu.

“Seperti kemarin PMII itu di Bandung, saya bilang jangan dimarahin, dia mahasiswa yang mungkin menetap di sini bapaknya di daerah kena PHK nelpon anaknya, nak saya enggak bisa ngirim. (Dia) lagi bingung (lalu) ditawari demo dan diterima,” kata Gatot.

Atas dasar itu, ia berencana akan melanjutkan tuduhan Gatot Nurmantyo ke jalur hukum.

“Tuduhan tersebut tidak mendasar dan tidak akan ragu-ragu untuk menempuh upaya hukum atas pencemaran nama baik yang dilakukan Gatot. Karena, pernyataan Gatot telah merendahkan nama baik organisasi PMII,” tegasnya.

Alasan kenapa KAMI tertolak

Agus juga menilai bahwa aksi penolakan di berbagai daerah terhadap deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) sejatinya bukan ditolak, melainkan tertolak secara otomatis.

“Bagi PB PMII pada prinsipnya tidak perlu konsolidasi untuk penolakan KAMI. Sebab, KAMI akan tertolak dengan sendirinya,” tegas Agus.

Tertolaknya kelompok KAMI di berbagai daerah itu dilihat Agus lantaran mereka tidak membawa gagasan konkret untuk menyelesaikan persoalan bangsa dan negara, justru hanya berkutat pada persoalan isu Komunisme semata.

“KAMI tertolak di daerah-daerah karena tidak membawa gagasan baru dan solusi untuk bangsa, yang dibawa hanya memori masa lalu soal PKI,” ujarnya.

Kemudian, ia juga menyinggung ketika upaya pencabutan TAP MPRS Nomor 25 Tahun 1966 tentang pembubaran Partai Komunis Indonesia, langsung dituduhkan secara global ia adalah PKI itu sendiri. Sementara di dalam sejarah Indonesia, almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pernah melakukan upaya hal itu, namun Gus Dur bagi Agus bukanlah PKI.

“Statement Gatot mengenai seseorang yang melakukan upaya pencabutan TAP MPRS No. XXV/MPRS/1966 tentang Pembubaran Partai Komunis Indonesia adalah PKI, itu sama saja mengatakan bahwa Gus Dur adalah PKI,” tandasnya.

“Sedangkan, PMII meyakini upaya Gus Dur tidak lebih dari ikhtiar untuk rekonsiliasi anak bangsa agar sama-sama fokus dan berkontribusi untuk Indonesia,” imbuhnya.

Di sisi lain, Agus juga memandang bahwa pemaksaan agenda-agenda deklarasi KAMI di berbagai daerah juga sering meninggalkan protokol kesehatan. Apalagi di situasi saat ini, Indonesia masih dilanda pandemi COVID-19, sehingga dinilai tidak sejalan dengan langkah pemerintah dan seluruh masyarakat yang tengah menanggulangi virus tersebut.

Lebih dari itu, Agus juga memandang kelompok yang dikomandoi oleh Gatot Nurmantyo, Din Syamsuddin dan Rokhmat Wahab hanya memanfaatkan situasi pandemi untuk mencari keuntungan politik pribadi dan kelompok mereka semata.

“Walaupun ada penolakan oleh kader-kader PMII, itu mewakili kegelisahan mahasiswa yang melihat arogansi tokoh politik yang numpang tenar di saat rakyat kesusahan menghadapi Covid-19,” tutur Agus.

Lebih lanjut, ia memberikan saran kepada Gatot Nurmantyo yang notabane adalah mantan Panglima TNI agar memberikan kontribusi yang aktif dalam upaya penanggulangan bencana non alam, COVID-19.

“Baiknya Gatot melakukan gerakan positif untuk penanganan Covid-19 dengan membantu masyarakat yang lebih konkret dan berkontribusi kepada bangsa dan negara melalui aksi-aksi nyata,” ucap Agus.

“Bukan konsolidasi mengumpulkan massa dengan menciptakan kerumunan orang untuk memenuhi ambisi politiknya sendiri seakan tidak peduli kesusahan rakyat,” pungkasnya.

Comment