oleh

Gelar Aksi Damai, GEMPAR Ajak Rakyat Hormati Hasil Rekap Pilpres di KPU

-Nasional-234 views

JAKARTA – Ratusan massa aksi yang mengatasnamakan diri Gerakan Muda Pembela Tanah Air (Gempar) menyatakan bahwa gerakan people power adalah langkah untuk merusak demokrasi, apalagi gerakan itu dalam kaitannya ketidaksetujuannya dengan hasil Pemilu 2019.

“Jangan mudah terprovokasi dengan narasi-narasi yang merusak. Bahwa people power adalah gerakan merusak demokrasi kita,” kata salah satu orator, Ibrahim Fatsey di atas mobil komando di sekitar gedung KPU RI, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (21/5/2019).

Baginya, sejauh ini KPU sebagai lembaga penyelenggara pemilu sudah sangat bagus dalam menjalankan tugasnya. Transparansi dan keterbukaan yang dilakukan KPU tidak bisa serta-merta menaruh tuduhan bahwa KPU curang.

Disampaikan Ibrahim, bahwa seluruh mekanisme dan proses yang ada dan ada kaitannya dengan pemilu harus dilakukan sesuai dengan aturan konstitusi yang ada. Termasuk juga dalam memutuskan hasil akhir dari pemilihan umum.

“Kita adalah negara yg satu, intrik-intrik politik itu wacana biasa dalam demokrasi Indonesia. Betul momentum pemilu adalah penentu untuk menentukan pemimpin. Pemimpin yang baik bagiku adalah pilihanku begitu juga dengan sebaliknya, namun kita tetap kembalikan kepada mekanisme konstutusi yang ada,” ujarnya.

Maka dari itu ketika KPU sudah memutuskan siapa yang menjadi pemenangan dan menjadi Presiden dan Wakil Presiden terpilih, maka seluruh rakyat Indonesia harus menghargai dan mengakui.

“Kalah menang itu biasa dalam kontestasi apapun, main bola aja pasti ada yang kalah ada yang menang,” pungkasnya.

Tidak penting siapapun yang menang dal Pilpres 2019 ini, Ibrahim menegaskan bahwa siapapun yang dipilih oleh rakyat melalui Pemilu, maka tujuan utama bukan sekedar kalah dan menang, melainkan mampukah mereka menuntaskan berbagai persoalan bangsa dan negara.

“Mau Pak Jokowi Maruf menang atau Prabowo Sandi menang gak masalah, yang penting mereka yang terpilih mampu mensejahterakan rakyatnya,” tutupnya.

Komentar

News Feed