Tak Ikut, Kokam Muhammadiyah Pesan Aksi Bela Tauhid II Jaga Akhlaq

oleh -61.364 views

JAKARTA – Ketua Kokam dan SAR Muhammadiyah, Mashuri Masyhuda menegaskan bahwa secara organisasi pihaknya tidak ikut dalam agenda Aksi Bela Tauhid jilid II yang rencananya akan digelar oleh sejumlah ormas Islam, Jumat (2/11/2018) besok.

Statemen tersebut disampaikan Mashuri lantaran ada logo Kokam Muhammadiyah di banner seruan Aksi Bela Tauhid jilid II yang tersebar di kalangan pengguna media sosial.

“Kita secara organisasi tidak ada yang dihubungin, secara organisasi tidak ada intruksi baik dari Muhammadiyah atau dari Kokam untuk turun dalam aksi itu,” kata Mashuri kepada wartawan, Kamis (1/11/2018).¬†

Maka dari itu ketika ada kader Muhammadiyah maupun Kokam agar tidak menggunakan atribut organisasi.

“Bahkan kami cenderung kalaupun turun itu panggilan pribadi tidak perlu menggunakan atribut Kokam,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa kasus pembakaran bendera bertuliskan Tauhid oleh kader Banser NU Garut pada peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2018 sudah tuntas. Apalagi baik NU melalui PBNU dan GP Ansor juga sudah berkomunikasi dengan PP Muhammadiyah untuk menjelaskan perihal duduk persoalannya.

“Pertemuan kemarin itu menurut saya sudah merupakan suatu langkah yang maju. PBNU, Ansor sudah mengakui bahwa kadernya melakukan kesalahan dalam prosedural penanganan ketika menemukan atribut yang mereka duga adalah simbol dari organisasi terlarang. Dan ini tidak bisa dipungkiri memicu banyak kontroversi,” terangnya.

Sementara itu bagi masyarakat yang tetap akan melakukan aksi besok siang, agar tetap menjaga akhlak yang baik, tidak memprovokasi yang justru menimbulkan mudlorot baru.

“Tadi jelas bahwa siapapun mau itu Kokam atau tidak Kokam, yang perlu dikedepankan itu akhlak yang baik. Kalau¬†kita cinta terhadap kalimat Tauhid tentunya kita harus menyampaikan itu dengan arif dan bijaksana, jangan pula kita yg memancing sepeti orang bar-bar,” tegasnya.

Terakhir, Mashuri juga meminta agar Aksi Bela Tauhid tidak dinodai dengan kepentingan politik praktis yang justru membuat aksi mulia itu tercoreng dan keluar dari substansinya.

“Kalau mau turun, turunlah karena panggilan hati, karena kecintaan terhadap kalimat itu, bukan karena ingin berhadap-hadapan dengan kelompok sebelah, jadi diluruskan aja niatnya,” tuturny.

“Siapapun yang turun kalau niatnya sudah bengkok-bengkok, ya itu Allah yang menilai, bukan saya. Kalau turun ini karena benci dengan pemerintahan hari ini sudah salah niatnya. tidak bisa dicampur aduk. Kalo kalian pendukung dari pasangan sebelah 02 itu silahkan saja tapi jangan karena itu kalian turun. turunnya itu bener-benar karena kalian cinta dengan kalimat Tauhid itu,” tutupnya.

Comment