Pengadaan Air Jadi Fokus Bima Fanggidaer Selamatkan Sektor Pertanian Masyarakat Rote

Nasional234 Dilihat

Jakarta – Bakal calon Bupati Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Bima Fanggidae menilai masih banyak potensi masyarakat daerahnya yang belum tergarap dengan baik. Salah satunya adalah di sektor pertanian.

Ia mengatakan bahwa masyarakat di Rote sendiri juga mayoritas adalah petani, sementara kebutuhan di sektor pertanian masih kurang terpenuhi dengan baik. Sehingga kondisi minimnya kebutuhan Air ini menjadi persoalan serius bagi masyarakat sekitar.

“86% masyarakat adalah bercocok tanam, butuh air dan pupuk. Sementara iklimnya Rote ini terik, curah hujan minim, air sulit,” kata Bima saat berbincang-bincang di bilangan Kalibata, Jakarta Selatan, Sabtu (12/8/2017).

Apalagi ditambahkan Bima, bahwa masyarakat juga sangat kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Dan sayangnya untuk mendapatkan air di sana, masyarakat harus membeli dengan harga yang tidak murah.

“Masyarakat harus beli air dengan rate harga Rp200 ribu per tangki. Padahal pendapatan mereka tidak sampai Rp300 ribu, kalau air saja Rp200 ribu, makan apa mereka,” pungkasnya.

Permasalahan air ini sangat disoroti oleh pria yang merupakan putra asli Rote itu. Ia ingin agar masyarakat bisa mudah mendapatkan air.

“Kami memiliki pemikiran untuk melakukan pengadaan air bersih. Bisa dilakukan dengan cara pengadaan sumur bor dan penyulingan air laut menjadi air tawar,” pungkasnya.

Pengadaan mesin bor ini dinilai Bima terkait dengan persoalan tanah di sana.

“Arena Rote ini kan tanahnya dalamnya karang, kalau orang gali 10 meter saja, sulit dia. Makanya mesin bor jadi solusinya. Sama suling air itu,” tukasnya.