Jakarta – Perhelatan laga Pilkada DKI putaran kedua antara Basuki Djarot vs Anies Sandi telah usai namun situasional konstalasi dibasis pendukung masih memanas.
Sebelumnya serangan ayat-ayat hingga menolak mensholatkan semakin gencar dilakukan hingga sekarang terpilihlah Anies Sandi yang menjadi orang nomor 1 & 2.
Kini bergulir giliran kelompok buruh merayakan hari buruhnya alias May Day. Namun ada pemandangan menarik disaat perayaan May Day, buruh yang pernah bergabung memberikan dukungannya untuk Anies Sandi itu melakukan tindakan arogan dengan membakar karangan bunga untuk Ahok itu didepan Kantor Balaikota DKI.
Tuntutan mereka pun beraneka ragam mulai dari persoalan upah hingga penghapusan outsourching.
Massa buruh lainnya juga telah menutup dua sisi jalan samping Monumen Nasional (MONAS).
Melihat situasi tersebut Presidium Serikat Rakyat Marhaen Indonesia (SERAM INDONESIA) Abdullah Kelrey angkat bicara. Kelrey melihat kondisi itu sudah terlihat jelas dan bisa di petakan dengan dua warna tersebut.
“Aksi ini jelas diduga ada dua kekuatan yang saat ini ingin merusak Indonesia dari dalam,” kata Kelrey hari ini.
Kedua kekuatan yang dimaksud adalah Partai Komunis dan Islam Radikal. Kelrey mengatakan lagi bahwa di sebelah kanan jalan menuju Istana mereka meneriakkan Takbir sedangkan sisi kiri mereka teriak yel – yel lagu nasionale dan revolusi.
“Ini peta nya jelas kok, untuk itu saya sampai kan kepala pihak aparat keamanan bahwa hati – hati serta kelompok buruh yang masih waras untuk berhati – hati jangan jadi korban dua kekuatan besar itu,” tandasnya.