Jakarta – Aksi 313 yang akan digelar oleh Forum Umat Islam (FUI) di Istana Merdeka maupun Forum Syuhada Indonesia (FSI) di depan Istana ternyata hanya klaim diisi oleh elemen Mahasiswa.
Hal ini disampaikan oleh Presiden AMSA (Asean Muslim Studies Assosiation), Zainuddin Arsyad. Saat ditemui wartawan di markas FOKAL IMM, ia membantah jika pihaknya akan ikut aksi tersebut.
“Aksi 31 FSI dan FUI itu ada Mahasiswa juga. Tapi harus ada komunikasi. Jika tidak ada komunikasi, maka kami akan mempertimbangkan, tapi sejauh ini belum ada komunikasi mereka dengan kami,” kata Zainuddin, Rabu (29/3/2017).

“Intinya kita tidak memihak, kalau pun ada Mahasiswa, harus ada komunikasi tidak seperti itu. Apalagi sampai keluar flayer-flayer begitu kan gak baik,” pungkasnya.
Tampak senada, Presiden Mahasiswa Uhamka, Ahmad Riyadi juga mengatakan jika pihaknya maupun aliansi BEM Nusantara tidak bergabung dalam aksi 313 tersebut. Alasan yang disampaikan Riyadi adalah tidak ada komunikasi antara pihak FSI maupun FUI untuk membahas agenda aksi tersebut.
“Kita belum ada komunikasi dengan mereka (FSI dan FUI -red),” kata Riyadi.
Pun demikian, ia juga mengatakan bahwa Mahasiswa memiliki koridor yang tidak bisa ditawar, yakni akan lantang jika persoalan yang diangkat menyangkut kemaslahatan rakyat luas.
“Intinya ketika poin aksi itu untuk rakyat dan kesejahteraan kita akan dukung, tapi jika yang diangkat itu isu personal atau pribadi kelompok, kita pasti tarik badan,” pungkasnya.