Spanduk Boikot Sholati Jenazah Ajaran dari Mana & Tafsir Siapa ?

Nasional584 Dilihat

Jakarta – Pemasangan spanduk boikot mensholati dan menguburkan jenazah umat Islam yang mendukung kafir di Pilgub DKI masih menjadi pro dan kontra serta menjadi pembicaraan publik.

Namun, kemunculan spanduk-spanduk yang terpasang disejumlah masjid itu justru menjadi pertanyaan. Beberapa kalangan mempertanyakan asal muasal tafsir ajakan yang terpampang dalam spanduk tersebut.

“Kok kemudian tidak disalati itu ajaran apa? Ajaran dari mana? Ya kan? Kalau tafsir-tafsir, tafsirnya siapa? Ini kalau kayak gitu apa ada zaman Rasulullah? Kalau selama ini kayak gitu-gitu dianggap bid’ah, yang bid’ah siapa kalau kayak gini terus? Jadi saya yakin, saya tegaskan. Kalau orang lain berbuat, kami pun bisa berbuat,” beber Politikus Partai Golkar, Nusron Wahid, Kamis (9/3).

boikot sholati jenazah pemilih ahokLebih lanjut, Nusron mengaku didalam Islam tidak diajarkan demikian, sebab selama orang tersebut syahadat dan masih punya tauhid hukumnya adalah fardhu kifayah untuk dishalatkan dan diurus jenazahnya.

“Kalau kemudian minta supaya orang tak menyalati jenazah dan sebagainya, apa itu ajaran Islam? Ajaran mana itu? Ajaran Islam jangankan orang yang beda pilihan, selama orang itu syahadat, selama orang itu asyhaduala ilahaillah dan, masih punya tauhid dan dia meninggal, itu fardhu kifayah hukumnya untuk disalatkan dan diurus jenazahnya. Itu hukum Islam,” terangnya.

Lebih jauh, Nusron meyakini warga Jakarta dapat menentukan cagub-cawagub pilihannya secara cerdas di tengah kencangnya isu SARA saat ini pada Pilgub DKI putaran kedua nanti.

“Saya yakin, rakyat Jakarta cerdas. Kami optimistis, Ahok-Djarot pada 19 April nanti akan menang dalam putaran kedua Pilgub Jakarta,” tandasnya.