AMALAN RAKYAT Dukung Pesan Moral Kapolri ke Mahasiswa, Lawan Hoax

Nasional657 Dilihat

Jakarta – Relawan Jokowi JK Amalan Rakyat mengapresiasi aksi turun gunung Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian yang rajin blusukan ke kantong-kantong mahasiswa.

“Dengan aksi turun kelapangan langsung oleh Pak Tito yang rajin memenuhi undangan untuk memberikan kuliah umum di kampus perguruan tinggi dan berdialog di forum-forum yang digelar oleh aktivis mahasiswa itu telah menunjukkan bahwa beliau menjadi contoh bagi anak buahnya untuk menjalankan program polisi yang profesional, modern, dan terpercaya (Promoter) guna meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri,” ungkap aktivis Amalan Rakyat Frans Freddy, Selasa (7/3).

Kapolri dan Mbah MunMenurut catatan Frans, mantan Kapolda Metro itu setidaknya sudah menyampaikan kuliah umum lebih dari 10 perguruan tinggi ternama di Indonesia.

Frans menyakini aksi blusukan mantan Kepala BNPT itu bisa meningkatkan tingkat kepercayaan masyarakat khususnya mahasiswa terhadap korps Bhayangkara.

“Image Polisi seperti militer kini pupus, tidak garang seperti dulu lagi dan nampak tidak ada gap antara mahasiswa dengan Polisi. Kedekatan Polri pada era demokrasi yang terbuka ini semakin mempererat sinergi dengan mahasiswa,” terang dia.

Masih kata Frans, program Promoter Polri yang digaungkan oleh Tito telah menjadi konsep yang ideal bagi negara, agar mendekatkan masyarakat dengan polisi. Sebab, Polri merupakan mitra masyarakat untuk mewujudkan ketertiban, ketentraman, dan keamanan yang menjadi kebutuhan dasar.

Selain itu, kata dia, pesan moral yang disampaikan Tito kepada mahasiswa dinilai penting terkait berbagai dinamika dalam percaturan politik global.

“Berita hoax kini menjadi momok dalam percaturan politik, bahkan selevel tokoh saja menjadi korban hoax apalagi mahasiswa dan masyarakat awam. Maka itu kita dukung pesan Pak Tito agar pandai-pandai menganalisis situasi jangan mudah terpancing dengan berita hoax, cek dulu kebenarannya. Jangan gegabah dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi palsu atau tidak jelas sumbernya,” tandasnya.