Jakarta – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab berpesan kepada semua pihak khususnya pemimpin negeri agar tidak dimaknai agenda 112 kali ini adalah anti Pancasila, anti NKRI, dan anti Bhinneka Tunggal Ika.
“Demi Allah kami cinta NKRI, kami bukan makar, kami cinta kemajemukan keragaman dan kami bukan musuh bagi bangsa ini. Setia pada NKRI, dan negara, Takbiir,” kata Rizieq hari ini.
Rizieq kembali mengingatkan bahwa aksi sebelumnya 212 telah berkumpul jutaan orang dari berbagai golongan dan kelompok bahkan para habaib bersatu padu bahkan pemerintah yakni Presiden, Wapres, Menkopolhukam, Panglima TNI dan Kapolri serta ulama umaroh serta jutaan umat Islam bahkan umat agama lain ikut andil dalam kegiatan tersebut.

Dia pun menyayangkan jika pihaknya masih dicurigai anti bhinneka tunggal ika maka kedepan tidak ada bhinneka tunggal ika dinegeri ini. Rizieq menekankan bahwa aksi kali ini adalah murni aksi umat Islam cintanya kepada agama, negara, ulama dan kemajemukan pada persatuan dan kesatuan.
Oleh karena itu, lanjut Rizieq, pihaknya memberikan masukan kepada negeri ini, agar umat Islam yang menunjukkan kesetiaannya NKRI.
“Umat Islam itu harus dirangkul bukan dipukul. Ulama sudah menunjukkan pada kesetiaannya, bukan ditonjok, harusnya dipeluk bukan digebuk. Harusnya merangkul mereka untuk diajak berdialog agar menjadi energi dahsyat menuju Indonesia lebih baik. Jangan umat Islam dijadikan lawan tapi kawan, jangan jadikan musuh tapi dirangkul untuk maju,” tandasnya.