Kapolri Tegaskan Korps Bhayangkara Tak Pernah Sadap SBY

Nasional380 Dilihat

Jakarta – Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menegaskan bahwa korps Bhayangkara sama sekali tidak pernah melakukan penyadapan terhadap Ketua Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Yang jelas Polri tidak ada melakukan penyadapan terhadap Bapak SBY. Yang jelas tidak ada. Saya tegaskan di sini,” tegas Tito di Markas Kepolisian Daerah Jawa Tengah, Semarang, Sabtu, 4 Februari 2017.

Seperti diketahui, isu penyadapan terhadap SBY mencuat usai dirinya menggelar konferensi pers menanggapi sidang kasus penistaan agama dengan terdakwa Calon Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok.

Kapolri dan Mbah MunDalam sidang itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia, Kyai Haji Ma’ruf Amin, turut dihadirkan sebagai saksi ahli. Dan saat sidang berlangsung, kubu Ahok menyinggung soal komunikasi antara SBY dan Ma’ruf Amin yang, antara lain, membahas soal dugaan penistaan oleh Ahok.

Alhasil, fakta sidang ini pun bergulir menjadi isu politis dan menuai pro dan kontra. SBY pun akhirnya menggelar konferensi pers dan merasa dirinya disadap. SBY menyatakan institusi negara yang memiliki kewenangan penyadapan, antara lain, Kepolisian RI.

Sebagai sanggahan terhadap SBY, Tito memastikan Polri tidak melakukan penyadapan.

“Tidak ada penyadapan,” ungkap Tito.

Tito menambahkan setelah Pilkada DKI Jakarta berakhir, Polri akan menggelar rapat kerja dengan Komisi III DPR. “Setelah Pilkada memang nanti kita ada raker dengan Komisi III. Kalau nanti ditanyakan nanti akan kita jelaskan,” tukas Tito.