BKSPPI Minta Pondok Pesantren Tolak Sumbangan dari Hary Tanoe

Nasional159 Dilihat

Jakarta- Ketua Umum Badan Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia (BKSPPI) KH. Ahmad Kholil Ridhwan menyerukan kepada pondok pesantren yang tersebar diseluruh tanah air Indonesia agar tidak meminta atau menerima bantuan dalam bentuk apapun, baik dari perorangan, maupun organisasi yang memiliki tujuan yang berbeda bahkan bertentangan dengan tujuan pondok pesantren itu sendiri, seperti Yayasan Peduli Pesantren (YPP) yang didirikan oleh Ketua Umum dari partai Perindo Hary Tanoesoedibjo.

“Tolak segala sumbangan dalam bentuk apapun dari Hary Tanoe dan bubarkan YPP,” tegas Ahmad Kholil, di Menara Dewan Dakwah, Senen Jakarta Pusat, hari ini.

pesantren-tolak-hary-tanoeLebih lanjut, Ahmad Kholil juga menyampaikan dukungannya atas sikap Forum Pondok Pesantren (FPP) Sumatera Barat dan Forum Silaturahmi Pondok Pesantrean (FSPP) Provinsi Banten serta pernyataan sikap tokoh dan ulama pada acara silaturahmi di Majelis Al-thya Bogor, yang menolak segala bentuk bantuan dari YPP. Dia juga mengecam keras jika lembaga pendidikan Pondok Pesantrean dijadikan sebagai alat politik praktis melalui kerjasama, bantuan, kunjungan dari pihak manapun, termasuk YPP pimpinan Hary Tanoesubdjo.

“Saya minta seluruh pimpinan pondok pesantren yang hadir disini untuk membuat spanduk dan pasang di pesantrennya dengan bunyinya menolak kunjungan Hary Tanoe,” ucap dia.

Sementara itu, terkait kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Ahmad Kholil meminta kepada para Jaksa dan Hakim agar memberikan hukuman yang maksimal, sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia sekaligus mendukung GNPF MUI agar terus melakukan pengawalan terhadap pengadilan kasus penistaan agama tersebut hingga tuntas, transparan dan mencerminkan keadilan.

“Kami juga meminta kepada pemerintah, TNI dan Polri, DPR dan MPR, agar lebih waspada menyikapi ancaman NKRI oleh komunis gaya baru (PKI) dan aliran Syi’ah yang melakukan infiltasi keberbagai sektor kehidupan umat, lewat kerjasama ekonomi, ketenagakerjaan asing, lembaga pendidikan, pesantrean, LSM, ormas pemuda pelajar dan mahasiswa, dll,” tandasnya.