Jakarta – Rumah Gerakan 98 menyerukan kepada para elit politik yang ada membangun suasana yang kondusif untuk merawat kebangsaan melalui 4 pilar bangsa (Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945, dan NKRI). Dan mereka mendukung TNI dan Polri untuk menjaga pemerintahan yang sah dan tegak lurus kepada komando Presiden RI.
“Kami menyatakan tegas menolak dan mengecam segala bentuk aktivitas dan kegiatan yang mengganggu stabilitas nasional khususnya mengarah makar kepada pemerintahan yang sah. Dan mengajak kepada semua komponen anak bangsa bergandengan tangan untuk bersama-sama merawat kebhinnekaan,” tegas Ketua Umum Rumah Gerakan 98 Bernard Haloho, Jumat (25/11/2016).
Menurut dia, perkembangan situasi politik yang mengalami percepatan, dan adanya konsolidasi pemerintah kepada beberapa Ketua Umum partai politik, serta rencana pergantian pimpinan pada wilayah legislatif, menjadi prasyarat penting perlunya situasi yang kondusif. Ini bertujuan agar pemerintah menjadi fokus terhadap agenda kerja yang sedang berjalan. Peran TNI dan Polri dalam mengawal pemerintahan yang sah melalui prosedural demokrasi menjadi tertantang, karena kuatnya isu makar yang sudah menjadi rahasia umum bahwa terkait kasus Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan menjadi pintu masuk untuk merongrong kursi pemerintahan yang sah yang saat ini dipimpin Presiden Jokowi.
“Tapi, proses hukum sedang berjalan dan kita harus menghormati proses hukum khususnya terkait masalah Ahok,” ujarnya.
Sementara itu, Sekjend Rumah Gerakan 98 Sayed Junaidi Rizaldi mengaku ada hal yang lebih penting lagi, di mana saat ini kebangsaan sedang di uji karena ada beberapa kelompok yang mencoba menganggu persatuan dan kesatuan bangsa dengan dalih hukum. Sebagai bangsa yang besar dengan beragam suku, agama dan budaya maka maknai bersama bahwa perbedaan yang ada adalah sebuah kekuatan sebagai bangsa Indonesia.
“Dengan menjaga dan merawat kebangsaan kita hari ini dan ke depan, maka sikap kenegarawan dan saling menghormati baik dari sisi pemerintah, legislatif, elit parpol, tokoh agama maupun tokoh masyarakat sangat dibutuhkan sekali. Perlu juga diingat bahwa perbedaan janganlah makin dipertajam karena rakyat awam yang menjadi korban bila hal tersebut sering dimunculkan dan sangat terbuka,” pungkasnya.







Komentar