
Jakarta – Patriot Garuda Nusantara (PGN) yang dipimpin Gus Nuril menggelar Acara Tasyakuran kebhinnekaan Untuk Kedamaian NKRI di Pondok Pesantren Abdurrahman Wahid Soko Tunggal Rawamangun Jakarta, Minggu (20/11/2016).
Acara yang dimulai pada Pukul 21.00 WIB ini diadakan untuk menyikapi dinamika situasi pasca ditetapkannya Gubenur nonaktif Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menjadi tersangka pada kasus penistaan Agama. Kemudian masih ada tuntutan massa yang mendesak agar Ahok ditahan. Sehingga menjadikan kasus penistaan Agama tersebut sebagai bola panas dan berkeliaran menghantam sisi-sisi kerukunan umat beragama di indonesia.
Dalam ceramahnya, Gus Nuril mengatakan bahwa gerakan 411 merupakan gerakan yang rawan ditunggangi oleh pihak yang menginginkan perubahan tatanan negara sesuai keinginan mereka. Maka kami, pasukan Patriot Garuda Nusantara, siap mendukung POLRI dan TNI mengamankan mempertahankan NKRI.
Selain itu, Gus Nuril menambahkan bahwa Gerakan 411 bukan sekedear Ahok atau Jokowi, tapi soal keutuhan NKRI. Kami tidak rela Indonesia dicabik cabik oleh pihak yang menggunakan isu penistaan agama untuk mengancam kesatuan dan persatuan bangsa.
Kami wajib membelanya. Kami mendesak pemerintah bertindak tegas terhadap anasir anasir yang akan merusak tatanan berbangsa dan bernegara.
Kasus penistaan agama kembali menjadi bola panas dan berkeliaran menghantam sisi-sisi kerukunan umat beragama di Indonesia. Masyarakat terpolarisasi dalam berbagai kekuatan yang mengancam persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Masyarakat berebut benar. Dugaan dukungan kekuatan elit politis menggejala, sehingga penistaan agama tidak lagi sebagai persoalan hukum, namun lebih bernuansa politis. Tegasnya yang terjadi saat ini adalah perebutan kekuasaan yang dijalankan dengan isu agama. Benturan antar umat beragama di ambang mata dan menjadi pintu masuk bagi tercerabutnya kebhinekaan NKRI.
Gus Nuril, selaku Panglima PGN menyebutkan bahwa NKRI ibarat pasar. Siapapun boleh berdagang, masing-masing lapak berhak menyediakan dagangan dan menjualnya. Kosekuensinya, setiap dari penghuni pasar wajib menjaga pasar tersebut. Siapapun yang beniat membakar pasar itu, akan berhadapan dengan Patriot Garuda Nusantara (PGN). Karenanya, Patriot Garuda Nusantara yang merupakan gabungan organisasi lintas agama, organisasi kepemudaan, organisasi lintas etnis, tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam kesempatan ini menyatakan sikap:
1. Bersyukur atas kebhinekaan yang ada di NKRI 2. Setia kepada Pancasila dan UUD 1945
3. Mendukung Panglima TNI dan Kapolri untuk mengambil langkah cepat, terstruktur, dan sistematis dalam menjaga keutuhan dan kedamaian NKRI
4. Mendukung Kapoiri dalam melaksanakan lnstruksi Presiden tentang penistaan agama
5. Patriot Garuda Nusantara (PGN) mengultimatum kelompok agama manapun untuk menghentikan ujaran kebencian, baik melalui media sosial, maupun secara Iangsung di mimbarmimbar ceramah atau orasi
6. Patriot Garuda Nusantara (PGN) berdiri di belakang Presiden, Panglima TNI, dan Kapolri dalam menjaga keutuhan NKRI
7. Patriot Garuda Nusantara (PGN) slap sedia menghalau paham ekstrim kanan dan ekstrim kiri.