Sekjen LMND : Indonesia Ini Terbangun Atas Dasar Kemajemukan.

Nasional279 Dilihat

dialog persatuan nasionalBeritaasatu.com, Jakarta – Melihat situasi politik dan sosial di Indonesia saat ini, para Mahasiswa dan Pemuda di Indoneaia menilai sangat tidak mencerminkan nilai-nilai Pancasila seperti apa yang telah dikaryakan para pendiri bangsa untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Indonesia sudah jauh dari cita-cita founding father dahulu. Karena melihat Indonesia hari ini tidak sama sekali menjalankan dengan benar nilai-nilai yang ada pada Pancasila,” kata Ketua umum Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII), Munawar Khalil di Jakarta, Rabu (2/11/2016).

Kalaupun dijalankan, justru tinggal sila pertama saja yang masih cukup bisa dilihat, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa, yang artinya setiap individu masih memiliki keyakinan keagamaan tertentu.

Namun jika ini dibiarkan begitu saja tanpa mengembalikan norma Pancasila yang utuh, Munawar menilai situasi akan semakin sulit saja. Pun kalau seperti itu, Pancasila juga harus dijalankan di seluruh elemen bangsa Indonesia.

“Kalau Indonesia mau tetap utuh dalam keberagaman, maka Pancasila harus dijalankan dengan benar, baik Pemerintah, rakyat dan seluruh stake holder,” ujarnya.

Tampak senada, Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) pun menegaskan jika Indonesia ini terbangun atas dasar kemajemukan, baik suku, ras, agama, dan antar golongan. Sehingga yang perlu diperjuangkan saat ini adalah kesatuan dan persatuan antar sesama bangsa Indonesia.

“Indonesia merupakan bangsa dengan sejarah kemajemukan yang begitu lama. Bangsa Indonesia secara alamiah berdiri di atas dasar perbedaan. Maka dari itu, yang harus dibangun adalah persatuan dalam perbedaan dan perbedaan dalam persatuan.”, kata Sekretaris Jenderal LMND, Hendri Kurniawan.

Ia juga mengingatkan bahwa ancaman terbesar terhadap kekuatan persatuan dan kesatuan Indonesia dalam kemajemukan adalah serangan neoliberalisasi.

“Maka dari itu, platform yang harus dibangun dalam mewujudkan persatuan nasional adalah anti neoliberalisme,” ungkapnya.

Komentar