Apel Kebhinekaan Tolak Radikalisme dan Terorisme

Nasional251 Dilihat

Beritaasatu – Ribuan massa dari organisasi keagamaan menggelar apel Kebhinekaan Lintas Iman Bela Negara yang diselenggarakan Kementerian Pertahanan (Kemhan) bekerjasama dengan tokoh lintas iman di lapangan Banteng, Jakarta, Minggu (17/1/2016).

Acara tersebut bertujuan menolak Radikalisme, Terorisme, dan Narkoba.

Teror SarinahBertindak sebagai pengambil apel Kebhinekaan Lintas Iman Bela Negara adalah Menteri Pertahanan (Menhan RI) Ryamizard Ryacudu yang menegaskan bahwa apel ini untuk menolak adanya aksi terorisme di Indonesia seperti yang terjadi Kamis kemarin (14/1) di Sarinah.

“Semua agama manapun sudah jelas menentang segala bentuk aksi terorisme. Ini menjadi musuh kita bersama karena bertentangan dengan agama,” tegas Ryamizard.

Ia pun mengingatkan bahwa maju maupun hancurnya bangsa ini tergantung pada rakyat Indonesia sendiri bukan pada bangsa lain.

“Maju atau hancurnya bangsa ini tergantung kita semua bukan bangsa lain,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj berpesan betapa berbahayanya keberadaan ISIS di Indonesia. Adanya aksi teror di Sarinah, itu sebagai contohnya.

“Adanya teror yang selalu kita saksikan ini, harus kita hentikan. Dari awal, saya sudah bilang ISIS sangat berbahaya. ISIS harus kita lawan dan pantau,” ungkapnya.

Menurut Said, melalui kegiatan ini guna mengingatkan semua pihak bahwa negara Indonesia adalah sebuah negara kesatuan yang terdiri dari berbagai agama, suku, dan budaya.

“Jadi di tahun 2016 ini, kita akan mendorong pemerintah agar memperhatikan terhadap masalah kebebasan beragama,” tuturnya.

Turut hadir sejumlah menteri kabinet kerja diantaranya Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi. Juga hadir Sekjen PDIP Hasto Kristianto, artis dan seniman Ahmad Dhani, petinggi Kepolisian Kapolda Metro Jaya Irjen Polisi Drs. H. M. Tito Karnavian, M.A., Ph. D., Kapolres Metro Jakpus Kombes Hendro Pandowo.

Serta tokoh-tokoh agama dari Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI), Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI), Wali Umat Budha Indonesia (Walubi), Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin) dan Parisada Hindu Dharma Indonesia, Pemuda Katholik, Banser, Aliran Kebaktian, Mtakin, Yaskum, ANBTI, IPPNU, LPOI, Forum Jong Indonesia, PHDI/KMHDI, UI, UNISMA, Pemuda Katolik, dan Komunitas TT.