
beritaasatu.com – Haul Gus Dur ke-6 yang digelar dikantor MMD Initiative, Jl. Dempo No 3, Matraman, Jakarta (11/01/2015) dihadiri sejumlah eks menteri Gus Dur dan tokoh politik seperti Ir. Akbar Tanjung. Tampak Menteri Koordinator (Menko) Politik, Hukum dan keamanan Luhut Binsar Pandjaitan yang mengenakan kemeja warna putih masuk dalam ruang tertutup yang sudah disiapkan oleh pihak panitia. Berselang kemudian Menko Kemaritman dan Sumber Daya DR. Rizal Ramli yang dikenal dengan Rajawali Kepretnya.
Dalam sambutannya Mahfud MD mengatakan setiap tahun dirinya mengadakan Haul Gus Dur, sejak dari kantor MK hingga ke tempat ini dan membicarakan masalah kelautan hingga bicara zuhud politik seperti kali ini. Gus Dur selalu memandang politik sebagai pengabdian bukan kerakusan mendapatkan jabatan dan kekuasaan.
“Gus Dur menggapai kekuasaan tidak secara membabi buta, semua ada batasannya,” ucap Mahfud.
menurut penuturan Mahfud, seorang politisi pasti berusaha meraih kekuasaan dan mempertahankannya, itu sudah pasti, tapi, Gus Dur secara zuhud tidak membabi buta dan melihat politik hanya sebuah ibadah. Gus Dur juga seorang yang anti kekerasan tidak pernah menggunakan uang sebagai alat politik.
“Gus Dur memilih mundur saat itu agar situasi politik tidak kacau dan tidak menimbulkan kekerasan,” tegasnya.