
“Yang meminta kan Kapolri, saya rasa itu sesuai kebutuhan, karena selama ini kan Brimob satu-satunya yang diharapkan menyiasati agar teroris bisa tertangkap. Apalagi dalam permainan di hutan, dikejar ke hutan larinya, spesialisnya memang pada Brimob,” ujar Muslim ketika dihubungi, Selasa (2015-07-28).
Permintaan Kapolri diakuinya tidak menyalahi aturan, tapi memang hal ini jelas Muslib belum pernah disampaikan kepada komisi III.
Komisi III sendiri menurutnya akan mendukung hal ini selama memang bermanfaat untuk kepentingan negara.
“Ini inisiatif Kapolri. Sepanjang bermanfaat bagi kepentingan negara, kita tidak melihat ada unsur politis apa-apa,” tambahnya.
Yang memang harus diperhatikan menurut Muslim adalah perlunya penegasan dan pemilihan anggota-anggota Brimob yang dilatih oleh Kopassus. “Karena kan Brimob tugasnya banyak menghadapi demonstran. Jadi harus dipilah yang masuk ke hutan dan yang menghadapi demonstran,” tegasnya.