Kadiv Humas: Polri Tetap Concern Antisipasi Ancaman Bom Bunuh Diri

oleh -18.576 views
Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Anton Charliyan
Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Anton Charliyan

Beritaasatu – Aksi bom bunuh diri yang dilakukan anggota ISIS di Perancis dan Tunisia turut mengundang rasa prihatin pihak Mabes Polri. Seiring dengan itu, Korps Bhayangkara berjanji melakukan antisipasi terhadap ancaman aksi bom bunuh diri dari kelompok yang menurut pihak Mabes terafiliasi dengan Abdullah Albaghdadi (Pimpinan Negara Daulah Islam di Suriah)

Hal tersebut diungkapkan Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Anton Charliyan dalam keterangan pers yang dirilis, Minggu (28/6/2015). “Kami merasa prihatin sekaligus hal ini menjadi perhatian kami untuk melakukan antisipasi keamanan di tanah air,” kata Anton. Menurut Kadiv Humas, terkait penanggulangan masalah keamanan khususnya berkaitan dengan kasus bom bunuh diri, hal tersebut sudah menjadi concern dari tim Densus 88. “Kami tetap concern mengantisipasi masalah ini, sejak dari zaman Dr. Azhari,” tegas Anton Charliyan.

Sedangkan terkait dengan ISIS, antisipasi dilakukan dengan terus memonitor pergerakan jaringan anggota ISIS yang ada nusantara. “Hal ini, karena persepsi dari kalangan mereka yang menilai Indonesia adalah wilayah Thogut yang wajib diperangi, jadi kami terus waspada,” Anton menerangkan.

Berdasarkan data di Mabes Polri yang sudah ada, sebanyak 188 warga negara Indonesia terkait dengan ISIS. “Seperti telah kami rilis sebelumnya, sebanyak 188 WNI terkait dengan ISIS. Dari jumlah tersebut, 25 orang merupakan kelompok Santoso yang berasal dari Sulawesi Tengah. Dari situ, kami terus memonitor pergerakan mereka dalam upaya menjaga situasi keamanan di wilayah tanah air,” paparnya lagi.

Menurut Anton, monitoring yang dilakukan terhadap gerakan ISIS, dengan memantau pergerakan mereka yang mengadakan pengajian-pengajian yang di luar pesantren-pesantren. “Karena pola yang dilakukan ISIS, mereka tidak masuk ke pesantren-pesantren, tetapi mengadakan pengajian di luar pesantren sekaligus melakukan perekrutan anggota. Sejauh ini, basis daerah yang menjadi tempat pengajian-pengajian mereka di antaranya di wilayah Nangroe Aceh Darusalam dan Sulawesi Tengah,” kata Anton menerangkan.

Lebih lanjut, Anton menjelaskan, di samping upaya Polisi dalam menjaga keamanan, pihaknya juga berharap, masyarakat berperan aktif dalam berpartisipasi dalam menjaga situasi kamtibmas. “Bilamana masyarakat menduga ada hal-hal yang patut dicurigai, agar segera menyampaikan laporan kepada kami,” pungkas Anton Charliyan.

Comment