Jambi – Kepolisian Daerah Jambi menyerukan bahwa faham radikalisme termasuk Islamic States Of Iraq and Syria (ISIS) sangat berbahaya dan merupakan ancaman yang serius bagi keutuhan Bangsa dan Negara.
“Faham tersebut dapat menyebabkan rusaknya keyakinan dan melemahnya ideologi serta aqidah, dan juga hilangnya persatuan dan toleransi serta sifat kegotong-royongan sebagai budaya Indonesia,” kata Wadir Bimas Polda Jambi AKBP Drs. Zainur Anwar yang mewakili Kapolda Jambi.
Hal itu mengemuka saat sarasehan budaya bertema “Pendidikan Politik Masyarakat Untuk Menyikapi Bahaya Narkoba, Pornografi, Dampak Pasar Global dan Radikalisme Yang Mengancam Keutuhan Berbangsa dan Bernegara” di Kantor DPD PDIP Prov. Jambi Jl. HM. Kamil No. 48 Kota Jambi, Kamis (21/5/2015).
Turut hadir narasumber lainnya, Ketua DPD PDIP Prov. Jambi/Wakil Ketua DPRD Prov. Jambi Edi Purwanto, Wakil Walikota Jambi Drs. H. Abdullah Sani, Danrem 042 Garuda Putih Kolonel Inf. Hariyanto dan para tokoh masyarakat, agama dan pemuda.
Lebih lanjut, Zainur menyebutkan ciri-ciri dan karekteristik faham radikalisme yang patut untuk diketahui oleh semua pihak diantaranya, pertama adalah komunitas eksklusif (tertutup), berikutnya, kampanye kebencian terutama terhadap Negara dan Pemerintah, mengajak melakukan kekerasan, memberi keterampilan membuat bom dan rela mengorbankan apapun untuk tujuan ideologinya.
“Kemudian menyatukan antara ajaran agama dengan pemahaman agama, sehingga apabila ada yang berbeda dianggap telah melanggar dan menghianati agama,” terang dia.
Sementara itu ditempat yang sama Danrem 042 Kolonel Inf. Hariyanto mengingatkan bahwa bangsa Indonesia terlahir dari persamaan perasaan kebangsaan, kehendak untuk hidup bersatu di tanah air Indonesia, sebagai satu Bangsa bersama-sama berjuang untuk mencapai cita-cita kebangsaan.
“Untuk itu jangan mudah dipecah belah apalagi karena pengaruh ideologi atau suatu faham yang negative dari luar,” tukasnya.







Komentar