Mampu Jaga Independensi TNI, Moeldoko Layak Diganjar Guar the Unity and Integrity of Nation

Nasional439 Dilihat

Karyono WibowoBeritaasatu – Panglima TNI Moeldoko dianggap mampu menjaga independensi TNI dalam menjalankan tugas dan fungsinya dalam mengemban amanah sebagai orang nomor satu di institusi TNI.

Hal itu dikemukakan Direktur Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo saat Panglima TNI Jenderal Moeldoko yang diganjar sebagai “Guard the Unity and Integrity of Nation” dalam anugerah “The Right Man on The Right Place 2″ yang dihelat lensaindonesia.com di Mabes TNI Cilangkap Jaktim, Senin (4/5/2015).

Moeldoko didampingi oleh Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Mayjen TNI M. Fuad Basya, Asisten Teritorial Panglima TNI, Mayjen TNI Ngk. Gd. Sugiartha, Asintel Panglima TNI, Mayjen TNI (Mar) Faridz.

“Sejak masa transisi pemerintahan Jenderal Moeldoko mampu menjalankan Fungsi TNI, menjaga pertahanan dan keamanan negara, memelihara kesatuan persatuan bangsa, serta menjaga integritas dan netralitas,” ujar Karyono.

Lebih lanjut, eks aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) ini menegaskan bahwa Moeldoko juga dinilai mampu melewati tantangan yang lebih complicated paska era reformasi, dimana kebebasan menjadi supremasi yang kerap menimbulkan konflik horisontal dan vertikal.

“Selain itu beliau juga mampu mengelola tuntutan reformasi di tubuh TNI,” paparnya.

Tak kalah pentingnya, lanjut mantan peneliti di Lingkaran Survei Indonesia (LSI) ini, Moeldoko juga mampu menjaga profesionalisme dan netralitas TNI walaupun ada godaan dari sejumlah pihak yang ingin menyeret-nyeret TNI masuk dalam ranah politik. Setidaknya, sikap sapta margais Jenderal Moeldoko ditunjukkan  di masa transisi pemerintahan 2014 lalu.

“Poin penting yang menjadi catatan Panglima TNI Jenderal Moeldoko ialah kesuksesan mengamankan pemilu 2014 lalu bersama-sama dengan kesatuan Polri, dan berhasil mengamankan peringatan dan pelaksanaan Konferensi Asia Afrika 2015,” ungkapnya.

Meskipun demikian, tambah Karyono, tantangan yang dihadapi oleh TNI sebagai garda terdepan dalam menciptakan stabilitas keamanan belumlah berakhir. Masih banyak tantangan yang dihadapi saat ini dan ke depan, antara lain masih ada sejumlah potensi konflik sosial, konflik antar kelompok masyarakat dan bahkan konflik yang berbau sara masih menjadi ancaman.

“TNI juga dihadapkan pada masalah konflik antara kesatuan Polri dan TNI yang terkadang muncul di sejumlah daerah, problematik di wilayah perbatasan dan ancaman konflik kawasan regional, masalah minimnya alutsista, ancaman terorisme, ancaman keamanan
Global yang memerlukan penanganan secara holistik dan komprehensif,” paparnya.

Lebih jauh, Karyono menuturkan di tengah tantangan itu, Moeldoko telah berhasil menjaga stabilitas keamanan dan yang menggembirakan adalah peran Panglima TNI yang tetap menjaga independensi dan marwah TNI sebagaimana yang diamanatkan pendiri bangsa Bung Karno.

“Dalam salah satu pidatonya, Bung Karno mewanti-wanti agar TNI tidak ikut-ikutan berpolitik, TNI tidak boleh diombang-ambingkan oleh kepentingan politik,” pungkas Karyono.