Jakarta, Kandidat Ketua PB Pelajar Islam Islam (PII) Abdullah Kelrey berharap di era globalisasi saat ini, pelajar Indonesia haruslah diselamatkan dan diikut sertakan dalam mengawal perjalanan bangsa agar kelak mereka paham akan tugas dan tanggung jawabnya kedepan.
“Pelajar sebagai aset negara kini harus di bina dan di ikut sertakan dalam mengawal perjalanan bangsa. Sebab mereka adalah generasi bangsa, janganlah dibinasakan,” kata Kelrey yang akan bertarung memperebutkan kursi No. 1 di Muktamar Nasional ke-29 PII digelar di Medan, 4 September 2015.
Hal itu disampaikannya saat diskusi bareng di Doekoen Coffe Kalibata Jaksel, Minggu (3/5/2015).
Lebih lanjut, Kelrey mengingatkan PII sebagai organisasi pelajar, seharusnya mampu memfasilitasi dan memperjuangkan hak pelajar saat ini.
“PII jangan hanya fokus pada isu internal organisasi, saatnya keluar memperjuangkan hak pendidikan pelajar dan selamatkan pelajar,” ungkap Kelrey.
Dikatakan Kelrey, godaan demi godaan selalu muncul di era modern ini, sebab pelajar menjadi target upaya pembinasahan budaya luar. “Pelajar juga dibinasakan dengan gerakan radikalisasi pelajar sebagai target utamanya,” terangnya.
Lebih jauh, Kelrey mengaku siap dalam pertarungan seru perebutan menjadi Imam di PII dalam Muktamar PII 2015. Ia pun berjanji akan memperjuangkan hak-hak para pelajar dan menyelamatkan aset berharga itu.
“Jika saya terpilih maka saya akan perjuangkan hak pelajar dan selamat kan mereka,” tukasnya.







Komentar