FPR Keukeh Gelar Kampanye Tandingan KAA 2015

Nasional368 Dilihat

532264_381691831853039_2033768918_nBeritaasatu – Elemen rakyat yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat (FPR) menyatakan akan bersikeukeh menggelar rencana kampanye Rakyat anti Imperialisme di Bandung dan Jakarta (19 s/d 24 April 2015).

Hal itu guna mengkritisi peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) dan 10 tahun Kemitraan Strategis Baru Asia Afrika (NAASP).

Menurut Sekretaris FPR Rahmad Panjaitan, pihaknya akan tetap menjalannya dengan berbagai kegiatan mengangkat tema ”Perkuat Persatuan Rakyat Asia-Afrika Melawan Neo-Kolonialisme Pimpinan Amerika Serikat : Berjuang untuk Kemerdekaan dan Kedaulatan Rakyat Asia Afrika”. 

Pasalnya, Mabes Polri melalui Polda Metro Jaya menolak surat pemberitahuan kegiatan FPR dalam rangka merespon peringatan 60 tahun KAA. Sehingga, dalam rangka pengamanan even KAA, pemerintah juga telah menerbitkan surat edaran tentang pelarangan aksi atau giat pengerahan massa selama pelaksanaan KAA.

“Meski tetap ada larangan demikian, FPR tetap konsisten jalankan rencana kegiatan kami,” ujar Rahmad saat jumpa pers di YLBHI, Jumat (17/4/2015).

Dikatakannya, konsistensi itu dilakukan guna menunjukkan bahwa rakyat di Asia dan Afrika masih memiliki keinginan besar mengembalikan semangat anti kolonialisme, anti imperialisme dan anti agresi sebagaimana KAA 1955.

“Rakyat di Asia dan Afrika juga tidak mau tunduk dan patuh terhadap dominasi imperialisme AS yang telah terbukti menghadirkan kesengsarakan bagi rakyat diberbagai negeri,” jelasnya.

Berikut rangkaian kampanye FPR dalam rangka peringatan 60 tahun KAA dan 10 tahun NAASP :
Pertama, tanggal 19 sebagai pembuka akan tetap akan dilaksanakan. Jakarta, Bandung, Medan, Palembang, Lampung, Mataram, Kupang, dan Hongkong.
Kedua, tanggal 20 ada aksi piket sektoral dan tani di Jakarta, yakni mengkampanyekan KAA sebagai bentuk penjajahan gaya baru. 
Ketiga, tanggal 20-22 April, aksi sektoral dari kaum tani, buruh, buruh migran dan pemuda mahasiswa untuk menyatakan aspirasi rakyat terhadap pertemuan peringatan 60 tahun KAA dan 10 tahun NAASP.

“Sementara kegiatan puncak kampanye kita akan selenggarakan di Bandung yakni tanggal 21 April seminar rakyat melawan privatisasi air. Bumi, air, tanah harus kembali di rakyat,” beber Rahmad.

Keempat, tanggal 22 April di Bandung, forum rakyat tentang pembangunan bendungan Jatigede, perampasan tanah dan penegakan ham di Indonesia.

Kelima, tanggal 23 April 2015 di Bandung Konferensi Rakyat Asia Afrika. Hadir juga organisasi rakyat dari negara luar Asia Afrika.
Dan terakhir, 24 April di Jakarta, Bandung, dan seluruh kota FPR berada, termasuk Hong Kong yakni parade rakyat, deklarasi rakyat.

“Ini adalah puncak dari kampanye kita. Ketika pemerintahan akan menyelenggarakan KAA 2015, maka kami mencoba membangun ditempat khusus apakah masih relevan Asia Afrika berbicara soal kedaulatan. Sehingga kami menyadari KAA 2015 ada taring negara kita tanpa intervensi dari negara-negara maju,” pungkasnya.