Jakarta – Kesenian Reog merupakan budaya dengan nilai-nilai kearifan lokal yang lahir dan besar di Kota Ponorogo. Reog yang merupakan kesenian asli Indonesia itu semakin berkembang pesat bahkan ketenarannya makin mendunia, sehingga hal inilah yang menjadi kebanggaan tersendiri bagi rakyat Indonesia itu sendiri.
Kepolisian Republik Indonesia (Polri) pun tak ketinggalan bahkan ikut mengembangkan sekaligus melestarikan kesenian Reog mengatasnamakan Grup Reog “Singo Metropolitan Police”, yang murni dimainkan oleh anggota kepolisian gabungan seluruh satuan kerja (satker) mulai Polda Metro Jaya, baik secara kewilayahan maupun Polda sendiri.

Dengan kekuatan 60 personel, Grup Reog di bawah binaan dan tanggung jawab penuh dari Kapolda Metro Jaya, Irjen Idham Azis ini berhasil mencuri perhatian pengunjung TMII. Decak kagum dan sorai penonton menandakan bahwa penampilan mereka memberi masyarakat kebahagiaan.
“Polri adalah pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat. Sehingga melestarikan budaya lokal adalah sebagai langkah lebih mendekatkan diri kepada masyarakat dalam kapasitas sebagai pengayom dan pelayan masyarakat. Sedangkan untuk kapasitas Polri sebagai pelindung, kami merasa bertanggung jawab untuk ambil bagian melindungi kelestarian budaya lokal yang selama ini lekat dengan masyarakat yakni Reog Ponorogo,” tutur Kapolda Metro Jaya, Irjen Idham Azis mengenai aktifitas anggotanya dalam grup Reog.
“Inilah bukti dan wujud kepedulian Polri atas budaya lokal yang kami tuangkan dalam Kesenian Reog Singo Metropolitan Police,” ucap Ketua Grup, AKP Joko Nugroho, Dirkrimsus Subdit I Indak Polda Metro Jaya.