Pengamat Intelijen Sebut Teror Bom Molotov Gereja Samarinda ada Korelasi Demo 411

Kriminal319 Dilihat

Jakarta – Pengamat intelijen Wawan Purwanto mengatakan aksi teror pelemparan bom molotov ke Gereja Oikumene, Loa Janan Ilir, Samarinda, Kalimantan Timur, tidak menutup kemungkinan ada korelasi dengan demo 411 didepan Istana Negara beberapa waktu lalu.

“Soal korelasi bisa saja terjadi, tetapi ajaran radikal memang sudah ada sebelum kasus 411,” ungkap Wawan, Minggu (13/11/2016).

Lebih lanjut, Wawan memastikan pembuktian dari hasil olah TKP nantinya akan memberikan data-data lebih lanjut mengenai motivasi pelaku dan link up nya. Sementara itu, kata Wawan, kaos yang dikenakan pelaku bertuliskan ‘Jihad Way of Life’ hanya menguatkan dugaan bahwa dia mengikuti ajaran radikal.

“Yang bersangkutan menyerang dengan pola lone wolf,” ungkap dia.

gereja-samarindaLebih jauh, Wawan menyakini pelaku terpengaruh dari bacaan di media sosial yang bertebaran dimana-mana.

“Medsos menjadi sarana tercepat penyebaran ajaran radikal termasuk membuat bahan-bahan peledak seperti bom molotov,” tandasnya.

Untuk diketahui, identitas pelaku pelemparan bom molotov ke Gereja Oikumene, Loa Janan Ilir, Samarinda, Kalimantan Timur, diketahui benama Juhanda alias Ju bin Mohammad Aceng, berusia 32 tahun. Dia pernah punya catatan kriminal.

Kapolrestabes Samarinda, Kombes M. Setyobudi menjelaskan, Juhanda lahir di Bogor,dan memegang KTP dengan alamat di Perum Citra Kasih Blok E, No. 30, Neohon, Masjid Raya, Aceh Besar. “Di Samarinda, Ju tinggal di sebuah masjid yang belum diketahui namanya,” kata Setyobudi.

Ju diketahui memiliki catatan kriminal dan pernah menjalani hukuman penjara 3,5 tahun sejak 4 Mei 2011 berdasarkan putusan PN Jakarta Barat. Dia dinyatakan bebas setelah mendapatkan remisi Idul Fitri, 28 Juli 2014.

Gereja Oikumene, di Samarinda, pagi ini waktu setempat diserang menggunakan bom molotov. Saksi mata menjelaskan kepada Rimanews, pelaku pelemparan ada tiga orang. Satu pelaku ditangkap warga tapi dua lainnya melarikan diri.

Setyobudi juga menjelaskan, sampai sejauh ini, korban pelemparan molotov di Gereja Okikumene ada empat orang. Masih-masing atas nama Intan Olivia, Anita Kritobel Sihotang (2), Triniti (3) dan Alvaro Aurelius Tristan Sianaga (4). Seluruh korban menderita luka bakar di sekujur tubuh, dan sedang dirawat di RS. Abd. Moeis, Samarinda.

Dari Jakarta, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Agus Rianto menjelaskan, pelaku yang sudah ditangkap sedang diperiksa intensif di Polrestabes Samarinda. “Tim Gegana dan Reserse sedang lakukan olah TKP,” kata Agus.