Beritaasatu – PP Muhammadiyah akhirnya membuka ke publik terkait teka-teki isi dua gepok yang diberikan pihak Kepolisian ke keluarga Siyono.
“Hari ini kami akan buka ke publik, apakah itu bentuk uang atau uang monopoli,” tegas Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak saat konferensi pers publikasi hasil otopsi di Komnas Ham, Jakarta, Senin (11/4/2016).

“Uang ini belum pernah dibuka oleh Ibu Suratmi dan selanjutnya diberikan kepada kami untuk diberi mandat menuntaskan kasus suaminya Siyono. Saya juga baru kali ini buka uang gepokan,” tutur Busyro.
Setelah dibuka, dua gepokan dari Polri ke keluarga Siyono itu berisikan tumpukan uang seratusan ribu diperkirakan senilai Rp. 100 juta.
Busyro menambahkan berdasarkan kronologis yang disampaikan pihaknya, konfres kali ini diharapkan memberikan informasi yang jernih untuk disampaikan kepada masyarakat sehingga tidak ada rekayasa maupun opini.
“Ini telah memberikan pendidikan ke masyarakat. Kami ingin penegak hukum jujur dan bermartabat. Jangan sampai terjadi kasus Siyono berikutnya,” pungkasnya.