IPW Beberkan Biang Bentrokan 2 OKP di Medan

Kriminal266 Dilihat

Beritaasatu – Indonesia Police Watch (IPW) menilai bentrokan dua OKP terjadi di Medan pada 30 Januari 2016 kemarin akibat tidak berwibawanya Kapolresta Medan maupun Kapolda Sumut. Sehingga kedua massa OKP tidak terkendali dan bersikap seenaknya membuat resah masyarakat serta mengganggu situasi kamtibmas di daerah tersebut.

Ketua Presidium IPW Neta S Pane
Ketua Presidium IPW Neta S Pane

“Dari kronologis yang ada, kami melihat, bentrokan ini terjadi akibat aparat kepolisian membiarkan salah satu kelompok OKP melakukan konvoi tanpa ada pengawalan aparat keamanan,” tutur Ketua Presidium IPW Neta S Pane, Minggu (31/1/2016).

Padahal, kata dia, semua orang di Sumut tahu persis bahwa antara Pemuda Pancasila dan IPK adalah musuh bebuyutan, yang selalu bertikai sejak lama. “Tapi kenapa Kapolresta Medan dan Kapolda Sumut membiarkan salah satu OKP itu konvoi tanpa pengawalan aparat,” ujarnya.

Neta mempertanyakan apakah pihak kepolisian tidak mengetahui jika OKP itu akan bergerak. Lantas dimana intelijen kepolisian dan apa kerja mereka jika tidak mampu mendeteksi manuver yang akan dilakukan OKP tersebut. Padahal konvoi itu melibatkan 160 orang, 10 mobil, dan 60 sepeda motor, dan mulai bergerak pukul 15.15 dari kawasan Jl Krakatau menuju Jl Pelajar.

“Konvoi ini juga melintas di Jl Thamrin di dekat markas PP. Disinilah terjadi bentrokan hingga gelombang massa terpecah ke Jl Asia, Jl Sutrisno, Jl Pandu, Jl Semarang dan Jl Surabaya. Sejumlah mobil dihancurkan dan sepeda motor dibakar,” ungkap dia.

Ironisnya, lanjut Neta, tidak ada polisi yang mengendalikan situasi, padahal kekacauan ini terjadi di pusat bisnis kota Medan. Kantor MPW PP Sumut diserang dan dilempar bom molotov hingga terbakar. Setelah situasi kacau baru terlihat Waka Polda Sumut Brigjen Adhi P turun ke lokasi.

“Kedua OKP itu memang sering bentrokan, tapi tidak sebesar itu, meski demikian tetap saja sangat meresahkan masyarakat. Kasus ini menjadi gambaran betapa tidak amannya kota Medan, apalagi jika setiap kali terjadi bentrokan terjadi kerusakan. Akibatnya investor dan wisatawan pun takut datang ke kota ini,” bebernya.

Ia pun menyayangkan kenapa bentrokan demi bentrokan dibiarkan terjadi. Sepertinya, kata dia, Kapolresta Medan maupun Kapolda Sumut tidak mampu mengendalikan kedua OKP ini. Bentrokan antar OKP yang terus terjadi menunjukkan Kapolresta dan Kapolda tidak punya wibawa. Seharusnya mereka mampu bertindak tegas menyapu bersih oknum-oknum OKP yang menjadi biang bentrokan. Karena Kapolresta Medan dan Kapolda Sumut tidak punya wibawa dan tidak mampu mengendalikan situasi, Kapolri harus segera mencopot keduanya dan mengganti dengan perwira yang mampu menjaga kamtibmas kota Medan dengan
kondusif.

“Apalagi Kapolri Jenderal Badroeddin Haiti pernah menjadi Kapolda Sumut tentu dia tahu persis dimana kelemahan Kapolresta Medan dan Kapolda Sumut hingga bentrokan antara PP dan IPK terjadi dan membuat satu orang tewas dan sejumlah lainnya luka, dua sepeda motor dibakar dan tiga mobil dirusak,” tukasnya.