Prancis melancarkan penyelidikan pidana atas dua remaja putri setelah dicurigai merencanakan serangan, mirip dengan serangan di gedung konser Bataclan, di Paris, November tahun lalu.
Dua gadis tersebut, masing-masing berusia 15 dan 17 tahun, bertukar pesan di media sosial Facebook tentang rencana serangan, kata polisi.

Prancis masih menerapkan kewaspadaan penuh setelah terjadi serangan di Paris, November lalu, yang menewaskan 130 orang, 90 orang di antaranya di Bataclan.
Jaksa di Paris mengatakan, gadis berusia 15 tahun akan tetap ditahan, sementara yang berusia 17 tahun akan dibebaskan namun akan tetap diawasi. Keduanya ditahan pada hari Rabu (09/03) oleh satuan antiteror.