Jadi Tuan Rumah KTT OKI, Salam UI Apresiasi Pemerintah Indonesia

Internasional265 Dilihat
Organisasi Konferensi Islam (OKI) ke - 6 di Jakarta
Organisasi Konferensi Islam (OKI) ke – 6 di Jakarta

Beritaasatu – Puluhan massa dari Lembaga Dakwah Kampus, Nuansa Islam Mahasiswa Universitas Indonesia (LDK Salam UI) menggelar aksi damai mendukung terwujudnya kemerdekaan Palestina bertepatan dengan pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa Organisasi Konferensi Islam (KTT LB OKI) ke-5 di Jakarta.

Korlap Salam UI, Aditya Widya Nugraha menyatakan pihaknya ingin mengapresiasi pemerintah Indonesia yang dengan tegas berinisiatif melakukan sesuatu untuk memperjuangkan penyelesaian masalah Palestina, salah satunya dengan menjadi tuan rumah KTT LB OKI 2016.

“Sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia dan sejak lama konsisten melawan kolonialisme dengan segala bentuknya, merupakan kewajiban bagi Indonesia untuk menjadi pelopor penyelesaian masalah kemanusian di tanah Palestina,” terang Aditya saat ditemui disela-sela aksi didepan Hotel Mandarin, Jakarta, Minggu (6/3/2016).

Dalam aksi damainya itu, mahasiswa Salam UI mengajak para pejalan kaki membubuhkan tanda tangannya sebagai bentuk dukungan kepada kemerdekaan Palestina.

Lebih lanjut, Aditya mengatakan pihaknya mengajak seluruh civitas UI dan bangsa Indonesia untuk bersama-sama mendukung dan mengawal deklarasi Jakarta sebagai resolusi yang akan menghasilkan dari KTT LB OKI 2016.

“Mari bergerak bersama sebagai manusia-manusia yang masih memiliki hati nurani untuk membebaskan saudara saudari kita di Palestina. Mari tinggalkan ego-ego terkait agama dan bangsanya, sebab sejatinya masalah Palestina adalah tentang anak-anak yang kehilangan orang tuanya dan perempuan-perempuan yang terbunuh tanpa sebab,” tutur dia.

Selanjutnya, kata Aditya, Salam UI sebagai wadah perkumpulan pemuda Indonesia menyatakan siap untuk mengawal dan berdiskusi lebih lanjut dengan berbagai pihak, termasuk dengan pemerintah Indonesia, untuk bersama-sama merealisasikan kesempatan dalam Deklarasi Jakarta, dengan langkah-langkah kongkrit, harapnya masalah Palestina akan terselesaikan dalam waktu dekat.

“Kami juga meminta kepada pemerintah untuk segera membuka dan memfungsikan konsulat kehormatan RI di Ramallah, Palestina, agar proses negosiasi dan penyelesaian konflik, serta persiapan kemerdekaan Palestina dapat berjalan optimal. We know that our freedom is incomplete without the freedom of Palestinians,” pungkasnya.