Jakarta – Farhat Abbas menyesalkan penangkapan musisi Ahmad Dhani oleh polisi karena dituduh menghina presiden.
“Di Amerika, kalau orang bilang presiden gila itu enggak apa-apa,” ungkap Farhat dalam acara penobatan Habib Rizieq sebagai ‘Man of The Year 2016’ di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, hari ini.

Menurut Farhat, kalau sudah mendapat izin untuk berdemo, di negara lain, mau menyebut presiden apapun adalah hal yang biasa.
Dia berharap presiden Jokowi dapat memaafkan Dhani atas tuduhan menghina presiden. “Namanya presiden kan punya hak imunitas untuk memberikan grasi kepada siapa saja, tanpa harus melewati proses hukum yang berbelit-belit,” ujar Farhat. (rm)