
Beritaasatu, Jakarta – Dugaan adanya kekuatan besar yang melakukan tekanan luar biasa terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar bisa melokalisir kasus korupsi reklamasi membuat perkembangan kasus jalan ditempat.
Koordinator Masyarakat Bersama Anti Korupsi (Mabes Anti Korupsi) Rahman Latuconsina mengatakan, KPK saat ini bisa dikatakan merupakan Lembaga Pemberantasan Korupsi yang hampir hilang marwah serta independensinya. KPK sudah tidak lagi segarang pada saat OTT, hal ini dikarenakan adanya tekanan yang luar biasa dari orang-orang yang mempunyai kekuasaan saat ini. Lihat saja pada kasus korupsi yang nilainya hanya ratusan juta (baca; Bang Ipul) KPK begitu agresif tapi terlihat ambigu dan ragu-ragu pada kasus korupsi reklamasi yang bernilai ratusan ratusan milyar.
“Hari ini kami menantang KPK untuk bisa menuntaskan kasus korupsi reklamasi,” ucap Rahman usai melakukan aksi teatrikal tikus kecil simbul kalau KPK hanya bisanya menangkap koruptor kecil (23/6/2016).
Lanjut Rahman, calon tersangka KPK yang diduga sebagai tokohnya tokoh kasus reklamasi M. Taufik (MT) sampai saat ini berkeliaran bebas. Padahal banyak kalangan menilai bahwa MT tidak akan lama mengenakan baju orange khas tahanan KPK pasca digeledah ruang kerjanya, namun hal yang luar biasa terjadi bahwa MT sampai dengan hari ini statusnya belum berubah hanya sebatas saksi dalam kasus Korupsi reklamasi. Muncul keanehan-keanehan ketika KPK dalam sejarah berdirinya lembaga pemberantasan korupsi ini harus memanggil saksi berulang-ulang tanpa ada perkembangan yang signifikan.
Rahman juga menilai adanya keraguan DPP Partai Gerindra untuk melakukan evaluasi keras terhadap M, padahal sudah jelas bahwa MT di Gerindra bagaikan tikus di Lumbung padi, keberadaannya dengan segala prilaku negatifnya bisa merusak citra partai Gerindra.
“Ini akan membahayakan partai Gerindra sendiri dan siap-siap di cemooh masyarakat,” tukasnya.
Melihat berbagai fenomena diatas Mabes Anti Korupsi Mendesak :
– KPK agar segera usut tuntas kasus korupsi reklamasi.
– KPK agar segera mengambil langkah kongkret terhadap MT yang merupakan Residivie korupsi Indonesia.
– DPP Gerindra agar segera memecat MT sebagai bukti Partai Gerindra anti korupsi.