Beritaasatu – Kerusuhan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) oleh napi di beberapa tempat kerap menjadi sorotan dan perhatian sejumlah pihak. Para pihak membeberkan analisa alasan sebab musabab terjadinya kerusuhan tersebut, mulai dari prediksi soal remisi napi hingga anggaran layanan lapas itu sendiri.

Salah satu analisa itu dikemukakan Direktur Centre For Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi yang lebih menyoroti dari segi alokasi anggaran layanan perawatan narapidana dan tahanan dilapas tersebut.
Uchok menyebutkan alokasi anggaran untuk layanan perawatan narapidana dan tahanan dari tahun 2015 ke 2016 kerap mengalami penurunanan dratis.
“Atau penurunan ini pada angka nominal sebesar Rp 248 Milyar,” sebut Uchok, Selasa (26/4/2016). Artinya, kata dia, pada tahun 2015, anggaran untuk layanan perawatan sebesar Rp 1 Triliun, dan pada tahun 2016, anggaran layanan perawatan sebesar Rp 833 Milyar.
“Turunnya anggaran perawatan ini dampak kemungkinan pada kerusuhaan lapas,” terang dia.
Selain itu, kata Uchok, Menteri juga lagi sibuk mengurus partai orang lain atau bahasa kebijakannya lagi mengadu domba Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Golkar daripada mengurusi para narapidana atau lapas.
“Menteri sibuk urus partai orang lain ketimbang urusi napi atau lapas,” pungkasnya.