Setelah KPK, Pekerja JICT akan Road Show ke Tokoh anti Korupsi

Hukum281 Dilihat

Beritaasatu – Ratusan pekerja PT Jakarta International Container Terminal (JICT) dan PT Pelindo II kembali menyambangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jl. HR. Rasuna Said Kuningan, Jakarta, Kamis siang (11/2/2016).

JICT di KPKKedatangan para pekerja itu untuk menanyakan pengusutan kasus perpanjangan kontrak JICT yang terindikasi melanggar Undang-Undang dan berpotensi merugikan negara puluhan trilyun rupiah.

“Kasus ini telah dilaporkan sebelumnya oleh Serikat Pekerja (SP) JICT pada tanggal 22 September 2015,” Ketua Serikat Pekerja PT. JICT Nova Hakim.

Disebutkan dia, salah satu poin penting rekomendasi penyelidikan Panitia Khusus (Pansus) Angket Pelindo II DPR-RI, yakni membatalkan perpanjangan kontrak perpanjangan JICT.

Menteri Perhubungan RI Ignasius Jonan pun sudah menyampaikan saat rapat Pansus Pelindo II, bahwa perpanjangan JICT telah melanggar Undang-Undang 17/2008 tentang Pelayaran dan izin konsesi Pelindo II yang baru didapat pada tanggal 11 November 2015, tidak berlaku surut.

“Sehingga secara otomatis, perjanjian perpanjangan kontrak JICT yang ditandatangan Hutchison Port Holdings (HPH) dan Pelindo II pada tanggal 5 Agustus 2014 batal demi hukum,” ungkap dia.

Soal potensi kerugian negara, kata dia, tim gabungan Bahana Sekuritas dan Financial Research Institute (FRI) yang ditunjuk oleh Pansus Pelindo II DPR, telah menghitung pendapatan Pelindo II yang hilang akibat perpanjangan kontrak sebesar Rp 36 trilyun.

Pihak yang paling bertanggung jawab atas pelanggaran Undang-Undang dalam perpanjangan kontrak JICT adalah Menteri BUMN Rini Soemarno dan mantan Dirut Pelindo II RJ Lino. Keduanya terindikasi melanggar UU 19/2003 tentang BUMN, UU 1/2004 tentang Perbendaharaan Negara, UU 17/2003 tentang Keuangan Negara, UU 17/2008 tentang Pelayaran, PP 41/2003 dan Keputusan MK No.48/PUU/2014.

Maka itu, lanjut Nova, pihaknya kembali menuntut lembaga antirasuah untuk melanjutkan proses kasus perpanjangan JICT dan mengusut tuntas semua pihak-pihak yang terlibat didalamnya.

“Tentu kami percaya KPK punya kredibilitas yang baik untuk memberantas korupsi di Indonesia,” tegas dia.

Selanjutnya, kata Nova, pihaknya juga akan melanjutkan roadshow kepada tokoh-tokoh antikorupsi untuk sosialisasi masalah pelanggaran perpanjangan kontrak JICT.

“Kami akan roadshow lagi ke tokoh-tokoh antikorupsi,” tukasnya.