Beritaasatu – Ratusan massa mengatasnamakan Komite Relawan Anti Korupsi (Korlap) kembali berunjuk rasa di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jl. HR. Rasuna Said Kuningan, Jaksel, Jumat (8/1/2016).
Dalam aksinya kali ini, massa Korlap sempat menutup ruas jalan dan melakukan aksi teatrikal dengan membawa keranda mayat dan pocong dengan wajah bergambar Surya Paloh dan HM Prasetyo yang dianggap sebagai simbol matinya penegakan hukum dalam upaya pemberantasan korupsi.

“Kami belum mendapat respon atas desakan segera periksa Surya Paloh dan Prasetyo. Kita tak akan lelah, tak akan letih untuk terus mendesak KPK,” tegas dia.
Lebih lanjut, Riswan mengaku kecewa dengan pimpinan baru KPK yakni Agus Rahardjo cs hingga kini ada langkah konkrit untuk memanggil Surya Paloh dan HM Prasetyo.
“Aksi ini sebagai wujud atas kritikan kita terhadap KPK yang terlihat mati suri dalam penanganan kasus dana bansos,” terang dia.
Riswan menduga ketidakberanian KPK dilandasi karena dua petinggi Partai Nasdem tersebut masih berlindung dalam kekuasaan dan jabatan politik yang mereka pegang.
“Tentunya pertanyaan-pertanyaan ini pantas kita alamatkan kepada pimpinan KPK baru, karena sampai hari ini belum berani menyentuh secara hukum atau memeriksa Surya Paloh dan HM Prasetyo yang notabene memiliki peran aktif dalam penentuan penghentian kasus dana Bansos yang ditangani Kejagung,” tukasnya.