Pentingnya Polri, Jaksa dan Hakim Pimpin KPK Karena Bukan Pekerjaan Instan

Hukum297 Dilihat
Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Beritaasatu – Pakar anthropologi yang juga mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Prof Subur Budisantoso menilai bahwa lembaga penegak hukum harus diisi oleh orang-orang yang berintegritas, kompeten dan sudah teruji dalam hal penegakan hukum.

Hal ini disampaikan dalam perbincangan Prof Subur Budisantoso, Minggu (2 Agustus 2015).

“Menjadi penegak hukum itu diperlukan ilmu dan pengalaman khusus. Tidak cukup hanya ilmu secara teori atau kognitif. Tetapi harus punya pengalaman yang bisa dipertanggungjawabkan rekam jejaknya,” kata Prof Subur di Jakarta.

Penegakan hukum bukan pekerjaan instan. “Di sinilah pentingnya Polri dan Jaksa maupun hakim untuk memimpin KPK. Kita sudah pernah bereksperimen mendudukkan orang-orang yang tidak mempunyai pengalaman dalam penegakan hukum menjadi pimpinan KPK,” katanya.

Akibatnya, KPK akhirnya menjadi hancur seperti sekarang ini. “Berkali-kali KPK kalah dalam pra peradilan. Bahkan para pemimpin dan adanya penyidiknya terlibat kriminal yang menjadi tersangka. Ini musibah besar dalam penegakan hukum di negara kita ini,” katanya.

“Jangan sampai ini terulang. Jadi, percayakan segala sesuatu kepada ahlinya. Yakni, pimpinan KPK harus ada unsur Polri, Jaksa dan Hakim,” tegas Prof Subur Budisantoso.