9 Pansel KPK Pilihan Jokowi, Eks Penasehat KPK Ucap Innalillahi

Hukum198 Dilihat

abdullah hehamahuaBeritaasatu – Beda dengan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mengapresiasi terpilihnya sembilan anggota panitia seleksi (Pansel) capim KPK pilihan Presiden Jokowi, mantan Penasehat KPK Abdullah Hehamahua ini justru mengucapkan berduka cita dan kiamat sudah dekat.

“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Kiamat sudah makin dekat,” kata Abdullah, Kamis (21/5/2015).

Menurutnya, dirinya sebagai seorang muslim berusaha menjadi muslim yang baik dalam kehidupan sehari-hari sehingga yakin akan pernyataan Nabi Muhammad yang pernah mengatakan: “Barangsiapa yang menyerahkan urusan pemerintahan kepada perempuan, maka tunggulah kehancuran.”

“Bukan tidak maksimal, tetapi akan menuju kehancuran. Karena emansipasi perempuan itulah negara akan menuju kehancuran,” ungkapnya.

Dikatakannya, bukan kurang proporsional, tapi tidak betul. Sebab, kata dia, kalaupun semua anggota Pansel adalah laki-laki atau campuran laki-laki dan perempuan, maka hanya 2 orang yang praktisi anti korupsi.

“Selebihnya adalah pakar secara teoritis,” katanya.

Padahal, Abdullah menyebut sebagian besar pengamat mengatakan, semua teori-teori ekonomi dan politik di dunia ini, tidak berlaku di Indonesia. Hal ini dibuktikan pada waktu orde baru yang dikendalikan para tehnokrat lulusan luar negeri. Ternyata Indonesia mengalami krisis ekonomi pada thn 1998.

“Kekhawatiran saya, pimpinan KPK yang terpilih adalah mereka yang pakar tentang korupsi secara teori, bukan praktisi. Akibatnya, akan terjadi desintegrasi di antara komisioner dengan pegawai KPK,” jelasnya.